Bayi Susah Buang Air Besar (BAB), Penyebab dan Cara Mengatasinya

Bagikan Info ini ke temanmu

Bayi Susah Buang Air Besar (BAB), Penyebab dan Cara Mengatasinya

Permasalahan BAB pada bayi atau yang sering orang bilang konstipasi adalah hal yang sering dialami oleh sang buah hati. Orang tua, terutama para orang tua baru biasanya akan langsung panik dan khawatir menghadapi masalah tersebut. Hal tersebut sangatlah wajar, mengingat masih kurangnya informasi dan juga belum memiliki pengalaman dalam hal mengurus bayi.

Namun jangan khawatir, dengan bekal informasi yang cukup Anda akan tahu bagaimana cara penanganan yang tepat untuk mengatasi masalah susah BAB/konstipasi yang terjadi pada bayi.

Konstipasi atau umumnya dikenal dengan istilah sembelit adalah suatu kondisi dimana tinja (feses) bayi menjadi lebih keras dari biasanya. Akibatnya, bayi menjadi sulit mengeluarkan tinja (feses) sehingga tidak bisa buang air besar sampai berhari-hari lamanya atau bahkan lebih.

Bayi dikatakan konstipasi/sembelit bila tidak buang air besar selama 3 hari atau lebih dan bayi terlihat tidak nyaman dengan kondisi tersebut, bisa ditandai dengan sering menangis. Efeknya, bayi juga akan mengalami kolik, dan juga menjadi lebih susah makan.

Bayi Susah BAB

Bayi Susah BAB

Apa saja gejala sembelit (konstipasi) atau biasa juga disebut konstipasi pada bayi?

  • Bayi menangis atau rewel karena merasa kesakitan karena sulit
  • BAB,
  • Nyeri di sekitar anus,
  • Perut kembung,
  • Bayi muntah,
  • Berat badan tidak naik (dilihat dari kurva pertambahan berat badan per bulan),
  • Bila diraba perutnya terasa keras,
  • Tinja keras yang terkadang disertai bercak darah.,

Apabila terdapat darah segar pada tinja umumnya hal ini dikarenakan ada luka pada anusnya. Gesekan tinja yang keras melukai permukaan anus dan terbawa oleh tinja.

Apakah penyebab bayi susah buang air besar (sembelit)

Faktor susu

Bayi yang mendapatkan Air Susu Ibu (ASI) akan sangat jarang mengalami sembelit karena ASI merupakan makanan terbaik bagi bayi dan lebih mudah dicerna. Pada ASI terdapat beberapa bakteri baik yang dapat mengurai protein susu yang sulit dicerna sehingga tinja bayi lebih lembut yang membuat buang air besar menjadi lebih mudah.

Bayi yang hanya mengkonsumsi ASI bisa 3 – 5 hari tidak buang air besar. Namun, hal ini adalah wajar karena ASI diserap tubuh dengan baik, sehingga kotoran yang dihasilkan sangat sedikit.ASI juga mengandung hormon motilin yang dapat meningkatkan pergerakan usus bayi dan membantu melancarkan pencernaan.

Sementara karena hal tertentu, cukup banyak Ibu yang tidak mampu memberikan ASI ekslusif kepada bayinya, sehingga mau tidak mau harus memberikan susu formula untuk bayinya. Ketika bayi berusia 4 bulan juga biasanya para ibu ada yang mulai mengganti atau mencampur ASI dengan susu formula sebagai makanan tambahan untuk bayi.Bayi yang mendapatkan susu formula memang memiliki kecenderungan lebih besar untuk mengalami masalah susah BAB, karena kandungan lemak dan protein pada susu formula tidak seimbang.

Selain itu, karena kandungan kalsium dan fosfor yang terlalu tinggi pada susu formula menyebabkan air pada tinja terserap ke dinding-dinding usus sehingga membuat tinja bayi menjadi keras. Pilihan susu yang tidak tepat serta kadar keenceran susu yang tidak tepat juga dapat menyebabkan tinja si kecil menjadi keras sehingga bayi menjadi susah BAB.

Sistem pencernaan bayi belum sempurna

Bayi susah buang air besar (BAB) kemungkinan juga terjadi ketika bayi mulai diberikan makanan pendamping yang biasanya mulai dikenalkan pada bayi saat berusia 4 bulan.

Hal ini mengakibatkan konsistensi tinja berubah menjadi lebih keras yang disebabkan karena sistem pencernaannya belum sempurna dan belum dapat mencerna makanan padat dengan baik.

Bila bayi sudah diberikan makanan padat, konsistensi dan warna fesesnya akan bergantung dari makanan yang dimakannya. Saat ia mulai makan-makanan padat, frekuensi buang air besarnya pun bisa jadi berubah dan lebih jarang daripada ketika usianya saat baru lahir.

Dalam keadaan normal, bayi bisa buang air besar beberapa kali sehari atau satu kali dalam 2-3 hari. Namun, untuk kasus konstipasi, selain feses menjadi keras dan susah dikeluarkan, bayi juga biasanya sudah tidak buang air besar selama 3 hari lebih.

Pada kondisi sudah mendapatkan makanan tambahan, mungkin saja bayi akan mengalami sembelit karena usus belum terbiasa mencerna makanan yang teksturnya agak lebih kental/padat. Untuk itu, butuh asupan cairan yang lebih banyak dan juga serat untuk membantu kerja usus dalam mencerna makanan dengan tekstur dan komposisi gizi yang baru.

Gejala Bayi Susah BAB

Kekurangan cairan atau dehidrasi

Bayi yang mendapat ASI tidak akan dehidrasi karena dapat menyusu langsung dan mendapatkan ASI sesuai kebutuhannya, sehingga akan lebih banyak cairan yang didapat dan membuat pencernaan lebih lancar.
Sementara pada bayi yang mendapatkan susu formula, susu yang didapat terbatas pada banyaknya jumlah susu yang berada di dalam botolnya.
Bayi yang mulai mendapatkan makanan padat juga membutuhkan cairan lebih banyak terutama untuk mengolah konsistensi makanan yang teksturnya cukup keras, seperti wortel misalnya.
Bila Anda tidak menyeimbangkan makanan padat dan jumlah cairan yang masuk ke tubuhnya, maka hal ini dapat menyebabkan bayi mengalami konstipasi atau sembelit.

Luka pada anus

Bayi Anda merasa kesakitan setiap kali berusaha untuk BAB karena gesekan tinja yang keras melukai permukaan anus sehingga berdarah.

Karena tidak ingin merasakan sakitnya saat mengejan membuat bayi malah cenderung untuk   menahan  atau menunda tinjanya untuk tidak keluar.

Ini artinya tinja akan semakin lama berada dalam usus besar, semakin keras dan semakin sulit untuk dikeluarkan sehingga menyebabkan konstipasi.

Hirschsprung

Hirschsprung merupakan kelainan organik berupa masalah persyarafan usus besar paling bawah, mulai anus hingga usus di atasnya.

Pada umumnya saluran pencernaan mampu melakukan gerakan usus yang disebut gerakan peristaltik. Pada kelainan hirschsprung ini, di usus besar tidak terdapat persyarafan yang dapat menggerakan usus, sehingga salurannya menjadi sempit.
Hal ini menyebabkan tumpukan kotoran yang pada akhirnya menyumbat usus di bagian bawah.
Jika dibiarkan akan menjadi tempat berkembangnya kuman dan bisa menyebabkan infeksi berupa radang usus.

Bila hal ini terjadi, dokter perlu melakukan operasi untuk mengeluarkan tinja dengan membuat lubang di dinding perut sesuai dengan lokasi kerusakan usus.
Kasus bawaan ini bisa dideteksi sejak dini. Tandanya yakni apabila dalam waktu 48 jam pertamanya bayi baru lahir tidak buang air besar (BAB).

Mengalami penyakit tertentu

Meskipun termasuk jarang terjadi, namun ada juga bayi yang mengalami konstipasi (susah BAB) akibat menderita penyakit tertentu seperti kekurangan tiroid, gangguan metabolisme tubuh, alergi makanan atau akibat botulisme.

Bagaimana cara mengatasinya sembelit/konstipasi pada bayi?

  • Untuk mengatasi masalah bayi susah buang air besar (BAB), berikut beberapa hal yang perlu Anda lakukan:Bila Anda memberikan susu formula kepada bayi Anda, perhatikan peraturan takaran pengencerannya sehingga didapatkan konsistensi yang tepat dan tidak terlalu kental.
  • Anda bisa melihat aturan dan takaran yang dianjurkan pada setiap label kemasan susu formula.Mintalah rekomendasi susu formula yang baik dari dokter atau ganti merk susu dengan merk lain yang lebih cocok untuk bayi Anda apabila diperlukan.
  • Namun, perlu diingat pula bahwa Anda tidak boleh sembarangan atau terlalu sering menggonta-ganti susu formula untuk bayi. Kebiasaan tersebut tentu bisa mengganggu pencernaan bayi, membuat bayi susah BAB atau sebaliknya mengalami diare (mencret).Oleskan minyak bayi di daerah sekitar anus bayi. Hal ini bisa membantu bila pada anus bayi terdapat lecet atau luka.
  • Berikan pijatan lembut disekitar perut bayi dari pusar ke arah luar dengan gerakan melingkar searah jarum jam. Anda bisa menggunakan krim atau minyak pijat bayi yang dapat memudahkan tangan Anda melakukan pijatan dengan lembut.
  • Baringkan bayi Anda dalam keadaan terlentang dan lakukan gerakan kakinya seperti gerakan mengayuh sepeda di udara. Hal ini dapat membuat otot-otot perut bayi bergerak dan memberikan tekanan lembut di usus besar sehingga memudahkan bayi untuk BAB.
  • Usahakan untuk memenuhi kebutuhan sayur dan buahnya setiap hari, bisa diberikan dalam bentuk puree atau jus. Buah yang baik untuk pencernaan si kecil adalah pepaya matang dan agar-agar yang dapat membantu melunakkan tinja sehingga melancarkan BAB.
  • Selain pepaya, Ibu juga bisa memberikan sari buah apel untuk mengatasi konstipasi pada bayi (bukan jus apel karena jus apel mengandung pektin yang justru memicu konstipasi).
  • Buah yang sebaiknya dihindari saat bayi susah BAB adalah pisang karena dapat mebuat tinja menjadi keras.
  • Bila Anda masih menyusui (memberikan ASI) dan mendapati bayi Anda mengalami sembelit, Anda perlu memperhatikan pola asupan makanan yang masuk ke dalam tubuh Anda. Ada kemungkinan Anda kurang banyak mengkonsumsi serat (sayur, buah) atau kurang konsumsi air. Hal ini juga bisa menyebabkan konstipasi pada anak. Untuk itu, ubahlah pola makan Anda jangan sampai kurang serat dan air.
  • Mandikan bayi dengan air hangat untuk membuatnya rileks yang dapat membantu melancarkannya untuk BAB.
  • Berikan banyak air putih, pastikan jumlah cairan yang dibutuhkannya tercukupi.
  • Banyak yang menyarankan untuk merangsang anus bayi dengan cara memasukkan ujung termometer ke dalam anus bayi. Namun, perlu diingat cara tersebut sangatlah tidak dianjurkan karena justru bisa berbahaya dan bisa menyebabkan luka.
  • Apabila cara-cara di atas tidak membuahkan hasil konsultasikan masalah sembelit dan konstipasi ini ke dokter anak. Jangan berikan bayi Anda obat pencahar tanpa seijin dokter.
  • Biasanya dokter akan memberikan obat-obatan jenis tertentu untuk memperlancar BAB. Pemberian obat ini berfungsi untuk melicinkan jalan kotoran dari bagian usus ke bawah atau ke usus besar.
  • Pemeriksaan ke dokter juga diperlukan karena bisa jadi penyebab konstipasi pada bayi adalah karena adanya penyakit tertentu yang harus segera mendapatkan penanganan medis.
Obat Tradisional Bayi Yang Susah BAB

Obat Tradisional Bayi Yang Susah BAB

Atasi BAB Keras Pada Bayi

Bayi Anda yang biasanya ceria, tiba-tiba berubah menjadi rewel dan menangis. Anda pun dibuat cemas dan mencari tahu penyebabnya. Ternyata, kerewelan si Kecil muncul ketika ingin buang air besar (BAB), si Kecil mengejan untuk buang air besar, terkadang diiringi dengan tangisan karena sakit. Situasi ini terjadi setiap kali bayi Anda buang air besar. Tidak hanya itu, dalam popoknya terlihat tekstur feses yang keras dan terkadang terlihat seperti batu kecil.

Gejala ini menunjukkan bahwa bayi Anda mengalami konstipasi atau sembelit. Bayi yang mengalami konstipasi atau sembelit dengan feses keras, biasanya BAB-nya juga tidak teratur. Bisa dua hari atau tiga hari sekali baru BAB. Apalagi ketika feses bayi yang keras disertai bercak darah. Hal ini bisa terjadi karena anus si Kecil mengalami iritasi. Gejala lain yang bisa Anda perhatikan saat anak mengalami sembelit adalah kakinya diangkat-angkat ketika BAB.

Anda tentu bisa membayangkan rasa sakit yang dialami si Kecil yang masih bayi ketika BAB dengan feses keras dan susah untuk dikeluarkan. Jangankan bayi, orang dewasa saja akan merasakan sakit hingga keringat bercucuran.

Mengalami susah BAB dengan tekstur feses keras pada bayi umumnya terjadi saat ia mulai diberi makanan pendamping ASI (MPASI). Pada masa ini, tubuh bayi masih dalam proses penyesuaian dalam mengelola makanan yang baru saja dikenalkan kepadanya. Hal ini memang umum terjadi pada bayi, karena biasanya ia mengonsumsi ASI saja. Selain itu, adapun bayi yang mengalami susah BAB dengan feses keras bisa juga terjadi karena anak kurang minum air putih, mengonsumsi buah-buahan, dan kurang makan makanan berserat.

Ada beberapa  cara mengatasinya?

  • Berikan ASI eksklusif pada bayi.

Sebelum bayi berusia 6 bulan, sebaiknya jangan memberi makanan padat. Feses pada bayi ASI, biasanya cair. Pemberian MPASI sebelum waktunya akan memicu sembelit pada bayi.

  • Pemberian susu formula yang tepat.

Apabila si Kecil diberi susu formula, sebaiknya pilih susu formula yang tepat untuknya. Sebelum Anda memutuskan sufor apa yang tepat untuk bayi Anda, terlebih dahulu sebaiknya konsultasikan masalah ini dengan dokter atau ahlinya. Pemberian susu formula yang telalu kental atau terlalu encer, dapat memicu sembelit pada anak.

Perhatikan instruksi pemberian susu formula yang tertera pada kemasan produk susu sebelum diberikan pada anak. Jika BAB anak keras setelah Anda berganti merek susu formula, lebih baik tidak diberikan lagi kepada anak Anda, dan segera konsultasikan masalah tersebut pada dokter anak Anda.

  • Perhatikan cairan dan serat.

Si Kecil yang sudah mengonsumsi MPASI harus diperhatikan kebutuhan cairan dalam tubuhnya. Cairan dapat memperlancar proses pencernaannya, begitu pun serat yang terdapat pada sayuran dan buah-buahan. Cairan untuk si Kecil bisa didapatkan dari air putih, kuah sayuran, dan jus buah. Sementara serat, bisa diperoleh dari pure buah dan sayuran yang dimakannya. Sayuran berserat tinggi yang bisa Anda pilih sebagai menu MPASI anak seperti bayam, sawi, dan buncis.

  • Hindari makanan padat pemicu sembelit.

Jika feses anak bertekstur keras dan membuatnya susah buang air besar, sebaiknya hindari dulu memberikan beberapa makanan padat sebagai pemicunya, seperti nasi, kentang, dan pisang. Berikan makanan lain yang dapat memperlancar BAB-nya, seperti pure sayuran, pure apel, pure pir, dan pure pepaya.

  • Perhatikan nutrisi yang Anda konsumsi.

Bayi yang masih mendapatkan ASI akan mendapatkan nutrisi dari makan yang dikonsumsi oleh ibunya. Jika feses bayi bertekstur keras sementara masih menyusu, coba Anda perbanyak minum air putih dan makan makanan berserat, supaya feses bayi tidak lagi keras.

  • Latih kakinya.

Bergerak ternyata bisa menyembuhkan susah BAB yang dialami oleh si Kecil. Baringkan bayi Anda di kasurnya, lalu biarkan ia menendang-nendang seperti gerakan mengayuh sepeda. Jika si Kecil sudah bisa merangkak atau berjalan, beri kesempatan kepadanya untuk bebas bergerak.

Apabila feses pada bayi tetap saja keras bahkan terjadi dalam waktu yang lama, segera bawa si Kecil ke dokter untuk dilakukan pemeriksaan.

Instagram Baju Menyusui Azzafran

WAREHOUSE & OFFICES

Jln. Ke Warujayeng No 2 Pojok Lampu Merah Baron
Desa Wates
Kecamatan Baron
Kabupaten Nganjuk , Kode Post 6
Jawa Timur – Indonesia
Telp: (0358) 7702-157
Hp | WA. 081217580490 atau 081234228808
Website : http://www.azzafran.com
Email : Azzafranformommy@gmail.com

Google Map

Pengunjung

Flag Counter
error: Content is protected !!