BEBERAPA INFORMASI SEPUTAR PROSEDUR BAYI TABUNG

Bagikan Info ini ke temanmu

BEBERAPA INFORMASI SEPUTAR PROSEDUR BAYI TABUNG

Serangkaian Prosedur

Pengertian bayi tabung umumnya adalah prosedur bayi tabung dilakukan setelah konsumsi obat-obatan, tindakan bedah atau inseminasi buatan tidak mampu mengatasi masalah ketidaksuburan.

Bayi Tabung

Bayi Tabung

Metode bayi tabung terdiri dari serangkaian prosedur, yang terdiri antara lain :

  • Merangsang tubuh wanita dengan suntik hormon untuk memproduksi beberapa sel telur sekaligus.
  • ultrasound atau Tes Melalui Pengujian darah digunakan u/ menentukan siap tidaknya sel telur di ambil , setiap wanita akan diberikan suntikan yang bisa membantu membuat sel teliur matang dan berkembang untuk memulai proses ovulasi.
  • Selama prosedur pengambilan sel telur, dokter akan mencari folikel dalam rahim dengan menggunakan metode ultrasound. Sel telur kemudian akan diambil dengan menggunakan jarum khusus yang memiliki rongga. Prosedur ini berlangsung sekitar 30 menit hingga satu jam. Sebagian wanita diberikan obat pereda nyeri sebelum dilakukan prosedur tersebut, namun bisa juga diberikan obat penenang ringan hingga dibius total.
  • Sel telur segera dipertemukan dengan sperma pasangan, yang harus diambil pada hari yang sama. Kemudian disimpan di dalam klinik untuk memastikan perkembangannya maksimal.
  • Setelah embrio hasil pembuahan sel telur dan sperma tersebut dianggap cukup matang, maka embrio akan dimasukkan ke dalam rahim. Dokter akan memasukkan semacam tabung penyalur yang disebut kateter ke dalam vagina hingga sampai ke dalam rahim. Untuk memperbesar kemungkinan hamil, tiga embrio umumnya ditransfer sekaligus .
  • Dua minggu setelah transfer embrio, maka pihak wanita akan diminta untuk melakukan tes kehamilan.

Kapan Dibutuhkan Proses Bayi Tabung?

Sebagian wanita berusia di atas 40 tahun, disarankan sebagai metode untuk mengatasi ketidaksuburan . Selain itu, beberapa kondisi yang kemungkinan disarankan menggunakan prosedur bayi tabung, seperti :

  • Gangguan pada tuba falopi atau rahim berupa kerusakan atau sumbatan jalur sel telur.
  • Gangguan ovulasi yang membuat produksi sel telur minimal.
  • Endometriosis.
  • Produksi sperma dengan kuantitas yang rendah.
  • Masalah sistem kekebalan tubuh yang mengganggu sel telur atau sperma.
  • Sperma yang tidak mampu melewati cairan leher rahim.
  • Alasan dari masalah ketidaksuburan yang tidak diketahui.

Memiliki risiko penyakit keturunan. Dengan metode IVF, sel telur yang sudah dibuahi dapat diskrining kode genetiknya untuk mencari masalah genetik tertentu. Setelah embrio dinyatakan tidak memiliki risiko penyakit yang dapat diturunkan, dapat ditanam pada rahim.

Mempertimbangkan Risiko

Proses bayi tabung tetap memiliki risiko yang harus dipertimbangkan oleh pasangan suami istri. Salah satu risiko yaitu saat prosedur pengambilan sel telur, mungkin terjadi infeksi, pendarahan atau menyebabkan gangguan pada usus atau organ lain.

Ada pula risiko dari obat-obatan yang digunakan untuk menstimulasi ovarium yaitu sindrom hiperstimulasi ovarium. Efek yang dirasakan beragam, mulai dari kembung, kram atau nyeri ringan, penambahan berat badan hingga rasa sakit yang tak tertahankan pada perut.  Efek yang berat harus ditangani di rumah sakit walaupun biasanya gejala hilang ketika siklus ovarium selesai.

Selain itu, masih ada beberapa risiko lain dari prosedur bayi tabung, yaitu:

  • Risiko keguguran.
  • Kehamilan kembar, jika embrio yang ditanamkan ke dalam rahim lebih dari satu.
  • Kelahiran prematur dan bayi berat lahir rendah.
  • Kehamilan ektopik atau di luar rahim.
  • Bayi lahir dengan cacat fisik.
  • Stres karena prosedur bayi tabung dapat menguras tenaga, emosi dan keuangan.

Faktor Penentu Keberhasilan

Ada beberapa faktor yang turut menentukan keberhasilan prosedur bayi tabung. Usia wanita merupakan salah satu faktor utama. Usia optimal dari wanita untuk keberhasilan proses bayi tabung  yaitu sekitar 23-39 tahun. Selain itu, faktor lain yang dapat memengaruhi prosedur bayi tabung seperti berat badan, kebiasaan merokok, asupan alkohol dan kafein, tingkat stres, riwayat kehamilan sebelumnya, kualitas embrio dan jumlah embrio yang ditanamkan.

Untuk menjalankan prosedur bayi tabung demi kehamilan perlu memperhatikan berbagai faktor secara medis dari pasangan tersebut. Kesiapan finansial juga tak kalah penting, mengingat biaya yang dibutuhkan untuk prosedur bayi tabung relatif tinggi. Selalu konsultasikan dengan dokter dan tim medis untuk memperoleh solusi terbaik Bayi Tabung.

Bila saluran telur seorang wanita sedemikian rusaknya sehingaa tidak mungkin lagi diatasi dengan pembedahan atau yang tubuhnya rusak atau tertutup, masih ada harapan melalui teknik pembuahan dalam tabung atau IVF (in-vitro-fertilization) atau yang lebih dikenal dengan teknik bayi tabung

Pada dasarnya program bayi tabung adalah pelaksanaan proses pembuahan yang seharusnya terjadi do dalam saluran telur, tetapi karena satu dan lain hal, proses tersebut tidak dapat terjadi secara alamiah, maka proses tersebut dilakukan secara in vitro (di dalam laboratorium).

Yang diperlukan adalah wanita yang bersangkutan memiliki indung telur (ovarium) yang sehat dan dpat befungsi serta rahim yang sehat pula. Teknik ini pertama kali dilakukan pada tahun 1978 di Inggris, dan setahun kemudian banyak negara lain yang ikut berhasil melakukannya. Tetapi harus diingat, IVF yang dilakukan hanya satu kali, tingkat keberhasilannya hanya sekitar 15%. Jiak diulangi dua atau tiga kali pada wanita yang sama, maka tingkat keberhasilannya meningkat menjadi sekitar 20%.

Prosedur  program bayi tabung  dimulai dengan perangsangan indung telur dengan hormon. Ini untuk memacu perkembangan sejumlah foliekl agar menghasilkan sel telur. Perkembangan pematangan sel telur tersebut dipantau secaa teratur dengan alat USG dan dilakukan juga pengukuran kadar hormon ekstradional dalam darah.

Perkembangan yang terakhir pengambilan sel telur matang dari permukaan indung telur tidak perlu lagi melalui operasi kecil, tetapi cuku lewat pengisapan cairan folikel dengan tuntunan alat USG transvaginal. cairan folikel tersebut kemudian dibawa ke laboratorium dan seluruh sel telur yang diperoleh kemudian dieramkan dalam inkubator.

Anda harus mengetahui terlebih dahulu bahwa tingkat keberhasilan dari program bayi tabung ini tidaklah berhasil 100%.

 Terdapat beberapa hal yang menyebabkan gagalnya masalah program bayi tabung ini. Selain itu, adanya suatu dampak bayi tabung yang muncul dari program bayi tabung yang akan menyebabkan keadaan menjadi lebih dilematis. Tingkat keberhasilan dari program bayi tabung ini adalah sekitar 40%. Dan semua itu juga tergantung dari usia sang istri, serta faktor lainnya yang beu diketahui secara pasti.

Dibawah ini merupakan proses pembuatan bayi tabung adalah :

  • Proses stimulasi atau superovulasi

Proses bayi tabung yang pertama ini dilakukan dengan tahap wanita yang menjalankan program bayi tabung awalnya diberikan obat kesuburan agar bisa memproduksi jumlah sel telur lebih dari satu. Dan kemudian, sel telur-sel telur tadi di teliti untuk mendapatkan sel telur yang berkualitas.

  • Pengambil sel telur

Jika sudah diteliti, tahap selanjutnya adalah mendapatkan sel telur yang terbaik, yang dilakukan dengan melalui suatu operasi kecil.

  • Peleburan pada antar sel kelamin.

Jika suda didapatkan sel telur dan juga sel sperma, maka selanjutnya akan dilakukan peleburan pada keduanya. Dan peleburan ini dilakukan dengan proses menyuntikkan sel sperma ke dalam sel telur sehingga akan mengalami pembuahan.

  • Pengembangbiakan embrio

Disaat sel telur sudah terbelah, berarti hal ini menunjukkan bahwa sel telur sudah menjadi embrio. Kemudian setiap harinya embrio ini akan dikontrol untuk memastikan bahwa embrio tadi bisab berkembang dengan baik sehingga mempunyai beberap bagian sel yang aktif.

  • Transfer embrio

Tahap selanjutnya adalah embrio-embrio yang diteliti tadi akan dimasukkan ke dalam rahim selama 3-5 hari. Jika embrio menempel dengan baik pada dinding rahim wanita, maka ini artinya embrio akan berkembang dan bisa memberikan peluang kehamilan pada wanita.

Dampak yang berbahaya pada program hamil bayi tabung ini adalah biasanya pada saat pengambilan sel telur, maka akan menimbulkan suatu resiko bahwa akan munculnya suatu pendarahan yang disebabkan karena pengambilan sel telur tadi. Dampak lain yang dirasakan dari program bayi tabung adalah kehamilan yang terjadi di luar kandungan atau yang biasa disebut dengan kandungan ektopik.

Hal ini mempunyai resiko sebesar 5%, ibu akan mengalami infeksi, masalah rhumatoid arthritis atau lupus, alergi, dan bisa mengalami peluang keguguran sebesar 20%. Penyakit OHSS yang menyerang merupakan suatu bentuk komplikasi dari perkembangbiakan pada sel telur sehingga akan dihasilkan banyak folikel.

Kemudian hal ini akan mengakibatkan terjadinya suatu akumulasi pada cairan yang malah akan mengganggu fungsi tubuh dan harus dengan segera dikeluarkan. Namun, biasanya resiko terjadinya OHSS hanya berkisar 1% saja.

Selain itu, ada syarat yang harus dipenuhi dari program hamil bayi tabung, yakni :

Pasangan suami istri yang sudah menikah 1 tahun atau lebih dan usia istri haruslah dibawah 42 tahun dan mengikuti proses pemeriksaan fertilitas atau kesuburan

Melakukan konseling tentang program fertilisasi in vitro mengenai prosedur, biaya, kemungkinan dari terjadinya keberhasilan atau kegagalan dan juga adanya suatu komplikasi, siap biaya dan siap untuk hamil, melahirkan dan memelihara bayinya.

Jika ada faktor kesuburan, untuk wanita biasanya usia yang paling ideal adalah antara usia 30-35 tahun. Ini berarti, bahwa umur-umur ini presentase peluang dari berhasilnya program bayi tabung akan lebih tinggi dibandingkan oleh usia wanita yang lebih tua sekitar 36-40 tahun.

Proses Bayi Tabung

Proses Bayi Tabung – Proses bayi tabung dalam adalah in vitro fertilization atau IFV. Proses bayi tabung merupakan kehamilan yang diawali dengan sel telur yang dilakukan pembuahan oleh sperma namun diluar tubuh dan berada didalam suatu tabung. Biasanya prosesur dari bayi tabung yang dilakukan adalah setelah minum obat-obatan, tindakan pembedahan atau inseminasi buatan yang tidak membantu mengatasi masalah ketidaksubruan.

Proses Bayi Tabung

Proses Bayi Tabung

Dan proses metode bayi tabung ini terdiri dari beberapa rangkaian prosedur, yang diantaranya adalah :

Merangsang tubuh wanita menggunakan suntik hormon supaya bisa menghasilkan beberapa sel telur dengan sekaligus.

Pengujian yang dilakukan lewat ters darah atau juga ultrasound untuk dapat menentukan kesiapan dari pengambilan sel telur. Dan sebelumnya pihak dari wanita juga biasanya akan diberikan suntikan yang akan membantu untuk membuat sel telur matang sehingga berkembang dan akan memulai proses pembuahan.

Selama proses pengambilan sel telur, maka biasanya dokter akan mencari folikel didalam rahim dengan cara melakukan metode ultrasound. Dan sel telur ini kemudian akan diambil dengan cara menggunakan jasrum khusus yang mempunyai rogga. Prosesdur seperti ini biasanya berlangsung kurang lebih selama 30 menit hingga 1 jam. Dan sebagian wanita yang diberikan oleh obat pereda nyeri sebelum mereka melakukan prosedur ini, tetapi dapat juga diberikan obat penenang ringan yang diberikakn dengan cara dibius total.

Kemudian sel telur ini akan segera dipertemukan dengan sperma pasangan mereka, yang pengambilannya dilakukan dengan cara yang sama. Setelah itu akan disimpan didalam klinik untuk bisa memastikan perkembangan yang terjadi bisa makmsial.

Dan setelah embrio dari hasil pembuahan sel telur serta sperma ini dianggap sudah cukup matang, maka embrio tersebut akan dimasukkan ke dalam rahim. Dan dokter akan memasukkan secara tabung penyalur didalamnya yang disebut dengan kateter ke dalam vagina wanita sampai ke dalam rahim. Untuk bisa membuka peluang besar kehamilan, maka tiga embrio ini biasanya akan ditransfer dengan sekaligus.

Dua minggu setelah transfer embrio dilakukan, maka pihak wanita biasanya diminta untuk melakukan tes kehamilan.

Proses bayi tabung biasanya disarankan untuk mereka yang sudah berusia diatas 40 tahun ke atas dengan keluhan seperti :

  • Gangguan pada tuba fallopi atau rahim yang berbentuk seperti kerusakan dan juga sumbatan dari jalur sel telurnya.
  • Gangguan dari ovulasi yang dapat membuat produksi sel telur menjadi tidak maksimal.
  • Endometriosis
  • Produksi sperma dengan kualitasnya yang kurang baik.
  • Masalah pada sistem imun yang menyebabkan sel telur dan sperma terganggu.
  • Sperma yang tidak bisa melewati cairan leher rahim.
  • Alasan dari masalah mengenai ketidaksuburan yang memang tidak diketahui secara jelas.
  • Mempunyai resiko penyakit keturunan.

Dengan melakukan proses bayi tabung ini, sel telur yang sudah dibuahi bisa diskrining dengan menggunakan kode genetiknya untuk bisa mencari masalah genetik tertentu. Dan setelah embrio ini dinyatakan tidak mempunyai resiko penyakit maka baru bisa diturunkan. Dan bisa ditanamkan didalam rahim.

Proses bayi tabung tetap mempunyai resiko yang seharusnya mendapatkan pertiimbangan matang dari pihak keduanya. Dan salah ssatu resiko yang saat prosedur pengambilan sel telur, kemungkinan terjadinya infeksi bisa saja terjadi, pendarahan, serta bisa menyebabkan gangguan di usus atau juga pada organ lainnya.

Dan ada juga resiko dari segi pemberian obat-obatan yang digunakan supaya bisa merangsang atau menstimulasi ovarium akni sindrom hiperstimulan ovarium. Efek yang akan dirasakan biasanya beragam, dari mulai perut kembung, kram, atau juga nyeri ringan, berat badan yang bertambah sampai rasa sakit yang hebat dibagian perut. Efek yang berat yang harusnya ditangani oleh rumah sakit meskipun biasanya gejala akan hilang disaat siklus ovarium sudah selesai.

Selain itu, resiko dari proses bayi tabung adalah ;

  • Resiko mengalami keguguran
  • Resiko kehamilan kembar, jika embrio yang ditanamkan lebih dari satu.
  • Kelahiran yang prematur dengan bayi yang berbobot rendah
  • Kehamilan ektopik atau diluar rahim
  • Bayi lair dengan cacat fisiknya
  • Stress akibat proses bayi tabung yang menguras tenaga, emosi, serta biaya.

Terdapat beberapa hal yang bisa menentukan tingkat keberhasilan dari proses bayi tabung. Usia wanita adalah faktor yang paling penting. Usia yang optomal untuk wanita dengan tingkat keberhasilan dari proses bayi tabung adalah yang berusia 21-39 tahun. dan selain itu, faktor lain yang berperan besar pada proses bayi tabung adalah berat badan, merokok, asupan alkohol, kafein, tingkat stress, riwayat kehamilan yang sebelumnya, kualitas dari embrio dan juga jumlah embrio yang dimasukkan ke dalamnya.

Untuk bisa menjalani proses bayi tabung agar bisa hamil, maka Anda membutuhkan berbagai faktor dalam hal medis dari kedua belah pihak. Dan kesiapan dari finansial juga suatu hal yang tidak kalah penting, mengingat karena biaya proses bayi tabung yang memakan uang banyak. Dan sebaiknya selalu melakukan konsultasi dengan dokter Anda supaya bisa mendapatkan solusi yang terbaik lainnya.

Program Hamil Bayi Tabung

Program Hamil Bayi Tabung – Masalah kesuburan memang merupakan salah satu hal yang sangat penting bagi setiap orang di muka bumi ini. Baik masalah kesuburan pria atau kesuburan wanita, semuanya merupakan hal yang sangat penting yang perlu mendapat perhatian. Jika saluran telur seorang wanita mengalami kerusakan dan tidak bisa lagi iobati atau ditangani dengan cara pembedahan atau berupa tuba yang rusak atau tertutup, mungkin hal ini bisa menjadi penyebab dari terjadinya ketidaksuburan.

Namun, masalah ketidasuburan saat ini bisa diatasi dengan salah satuprogram kehamilan berupa program bayi tabung. Pembuahan dengan teknik di dalam tabung atau IVF (in-vitro fertilization) ini merupakan salah satu teknik program pembuahan yang saat ini banyak diikuti oleh orang.

Pada dasarnya program hamil bayi tabung ini merupakan salah satu bentuk pelaksanaan dari proses pembuahan yang harusnya pembuahan ini terjadi di dalam saluran telur, namun karen beberapa penyebab, proses ini tidak bisa terjadi dengan alami, maka proses ini dilakukan dengan in-vitro atau di dalam laboratorium.

Hal yang diperlukan dalam melakukan program hamil bayi tabung ini adalah wanita harus memiliki indung telur atau ovarium yang sehat dan masih bisa berfungsi, kemudian rahim harus dalam keadaan yang sehat juga. Hal yang perlu diingat adalah teknik bayi tabung ini hanya bisa dilakukan 1 kali saja, dan tingkat dari keberhasilannya adalah sekitar 15%. Namun, jika hal ini diulangi untuk kedua sampai ketiga kali tingkat keberhasilannya akan meningkat lebih tinggi menjadi 20%.

Prosedur dari program hamil bayi tabung ini adalah sperma dan sel telur ini dievaluasi kualitasnya dan hanya sperma  serta sel telur yang berkualitas saja yang akan digunakan untuk proses fertilisasi.Fertlisasi ni dilakukan di dalam dua cawan petri yang mengandung media sesuai dengam kondisi dari invivo, kemudian disimpan di dalam ikubator hingga embrio berkembang kemudian embrio yang berkembang dengan kualitas yang paling bagus ini dipilih untuk kemudian diperlihara di dalam rahim si pendonor hingga dilahirkan.

Untuk masalah waktu, program hamil bayi tabung memanglah membutuhkan waktu yang tidak lama. Dan biasanya sebelum Anda melakukan program ini, maka Anda dan suami haruslah melakukan konseling terlebih dahulu, harus melalui serangkaian pemeriksaan fisik atau genikolog, dan pemeriksaan ultrasonografi dan juga pemeriksaan hormon, analisa sperma, dan evaluasi pada gaya hidup.

Selain itu tingkat keberhasilan dari program bayi tabung juga tergantung dari usia. Karena proses dari bayi tabung ini tidak akan menghasilkan 100% berhasil. Tingkat dari kegagalannya juga cukup tinggi, sekitar 60-70%. Dan semakin meningkat usia Anda maka akan semakin kecil juga untuk kecil walaupun dengan melakukan program hamil bayi tabung.

Progam Bayi Tabung

Progam Bayi Tabung

Dibawah ini peluang keberhasilan program hamil bayi tabung tergangung usia :

  1. Untuk usia dibawah 30 tahun, tingkat atau peluang keberhasilan mencapai 44,5%
  2. Di isia 30-38 tahun peluang berhasil mencapai 28-30%, dan untuk usia 38-42 tahun mencapai peluangs ekitar 10-11%
  3. Diatas usia 42 tahun bisa dikatakan peluang untuk hamil walaupun menggnunkan bayi-tabung tingkat keberhasilannya adalah sekitar 0%

Namun, gagalnya program hamil bayi tabung ini bukan hanya tergantung dari tingkat usia saja. Namun juga bisa disebabkan karena embrio yang tidak bisa menempel di dinding rahim atau tidak terjadinya implantasi di dalamnya. Mengapa demikian? Hal ini disebabkajn karena adanya faktor cacat kromosom, selain itu terdapat beberapa hal lainnya yang menjadi penyebab gagalnya bayi tabung ini dan tidak diketahui apa penyebabnya. Jadi, sebaiknya sebelum Anda memilih jalan menggunakan program bayi tabung, sebaiknya Anda harus menyiapkan mental dan juga fisik Anda terlebih dahulu.

Kemudian, jika pemeriksaan sudah dilakukan maka dokter selanjutnya akan memilih empat jenis embrio yang paling baik yang kemudian akan ditanamkan kembali di dalam rahim wanita. Empat dari embrio ini merupakan julah yang paling banyak dan maksimal karena jika lebih dari empat maka resikonya adala harus ditanggung oleh ibu dan janis menjadi lebih besar. Embrio-embrio yang terbaik ini kemudian akan diisap ke dalam sebuah kateter khusus yang akan dipindahkan ke dalam rahim. Dan terjadinya kehamilan ini bsia diketahui melalui suatu pemeriksaan dari air seni sekitar 14 hari setelah proses pemindahan embrio dilakukan.

Untuk Anda yang ingin melakukan proses bayi tabung, sebaiknya mengonsumsi makanan-makanan yang bergizi untuk menunjang kualitas embrio. Makanan-makanan yang baik adalah makanan yang mencukupi kebutuhan nutrisi Anda sehari-hari. Dan selain itu juga menjauhi hal-hal yang bisa menyebabkan gagalnya bayi tabung perlu dihindari. Jika Anda seorang perokok, sebaiknya mulai sekarang usahakan untuk menghindari rokok. Jangan minum-minuman beralkohol, karena ini akan memberikan pengaruh yang kurang baik untuk kesehatan rahim Anda.

Ada 2 hal yang menyebutkan bahwa bayi tabung itu halal, yaitu:

  • Sperma tersebut diambil dari si suami dan indung telurnya diambil dari istrinya kemudian disemaikan dan dicangkokkan ke dalam rahim istrinya.
  • Sperma si suami diambil kemudian di suntikkan ke dalam saluran rahim istrinya atau langsung ke dalam rahim istrinya untuk disemaikan.
  • Hal tersebut dibolehkan jika kondisi istri dan suami benar2 membutuhkan inseminasi buatan supaya bisa mendapat keturunan.

Namun sebaliknya, ada 5 hal yang membuat hukum bayi tabung menjadi haram yaitu:

  1. Sperma yang diambil dari pihak laki-laki disemaikan kepada indung telur pihak wanita yang bukan istrinya kemudian dicangkokkan ke dalam rahim istrinya.
  2. Indung telur yang diambil dari pihak wanita disemaikan kepada sperma yang diambil dari pihak lelaki yang bukan suaminya kemudian dicangkokkan ke dalam rahim si wanita.
  3. Sel Sperma & indung telur yang sudah disemaikan diperoleh dari pasangan istri dan suami, setelah itu sperma dan indung telur dicangkok ke  rahim perempuan lain yang telah bersedia mengandung benih persemaian tersebut.
  4. Sperma dan indung telur yang disemaikan berasal dari lelaki dan wanita lain kemudian dicangkokkan ke dalam rahim si istri.
  5. Sperma dan indung telur yang disemaikan tersebut diambil dari seorang suami dan istrinya, kemudian dicangkokkan ke dalam rahim istrinya yang lain.

Namun, para alim ulama tetap menetapkan fatwanya bahwa program bayi tabung dari pasangan suami-istri yang dititipkan di rahim perempuan hukumnya haram karena akan memberi dampak negatif di kemudian hari terkait masalah hak waris dsb.

Karena pandangan menurut islam, bahwa hukum bayi tabung merupakan masalah yang kontemporer ijtihadiah, karena tidak adanya suatu hukum yang sangat spesifik di dalam Al-Quran serta As-Sunnah atau dalam kajian fiqih sekalipun. Oleh sebab itulah perlunya pengkajian dan klarifikasi yang khusus mengenai hukum bayi tabung menurut islam dengan jelas.

Sedangkan hukum bayi tabung menurut hukum perdata Indonesia adalah merupakan suatu permasalahan hukum dan juga suatu etis moral yang jika ditelusuri bahwa sperma atau sel telur yang berasal dari pasangan yang syah di dalam suatu hubngan pernikahan. Namun, hal ini menjadi masalah jika bahan dari pembuatan bayi tabung ini berasal dari orang yang sudah meninggal dunia.

Hukum yang dipermasalahkan adalah beberapa hal dibawah ini :

  1. Bagaimana status dari si anak jika dilahirkan melalui proses bayi tabung atau proses inseminasi buatan?
  2. Bagaimanakah hubungan perdata dari bayi ini dengan orangtua biologisnya? Apakah ia mendapatkan hak warisnya?
  3. Bagaimanakah hubungan perdata dari bayi ini dengan surogate mother-nya (dalam kasus lain adalah terjadinya suatu penyewaan rahim) dan orangtua yang biologisnya). Serta darimanakah ia bisa mendapatkan hak mewarisnya

Namun adalah beberapa tinjauan pada segi hukum perdata terhadap program hamil bayi tabung ini :

  1. Jika benih yang datang berasal langsung dari pasangan suami istri, maka akan dilakukan proses fertilisasi vitro transfer embrio dan kemudian diimplantasikan ke dalam rahim istri dan anak tersebut akan secara biologis atau juga secara yuridis mempunyai status yang syah dari pasangan ini.
  2. Namun jika embrio diimplantasikan ke dalam rahim ibunya setelah ibunya bercerai dari pasanganya maka disaat anak itu lahir 300 hari sebelum hari perceraian, anak tersebut mempunyai status yang sah dari pasangan ini. Namun jika dilahirkan 300 hari setelah perceraian, maka anak tersebut bukan anak yang sah bekas suami ibunya dan juga tidak ada hubungan keperdataannya dengan bekas suaminya. Hukum ini tertulis jelas di Dasar hukum ps. 255 KUHPer
  3. Kemudian jika embrio diimplantasikan ke dalam rahim wanita lain yang mempunyai suami, maka dengan segi yuridis status anak itu adalah anak yang sah dari yang penghamil, bukan dari pasangan yang mempunyai benih. Hukum ini juga tertulis jelas di dasar hukum ps.42 UU No. 1/1974 dan ps. 250 KUHPer. Dalam hal ini adalah suami dan istri penghamil bisa menyangkal anak tersebut merupakan anak yang sah melalui suatu tes golongan darah atau menjalani tes DNA
  4. Jika benihnya berasal dari donor, jika suaminya mandil dan istrinya subur maka melakukan bayi tabung dengan persetujuan pasangan tersebut. Kemudian sel telur akan dibuahi dengan sperma dari donor yang ada di dalam tabung petri dan kemudian jika terjadi pembuahan akan diimplantasikan ke dalam rahim istrinya. Anak yang lahir mempunyai status yag sah dan mempunyai hubungan untuk mewaris dan hubungan keperdataan selama si suamj tidak menyangkal dan juga melakukan tes DNA. Dasar hukum ini ada di dalam Dasar hukum ps.250 KUHPer.
  5. Dan jika embrio diimplantasikan ke dalam wahim wanita yang lainnya yang sudah brsuami maka anak yang lahir nanti merupakan anak yang sah dari pasangan penghamil tadi. Dasar Hukum ps. 42 UU No. 1/1974 dan ps.250 KUHPer
  6. Jika semua benihnya dari donor, maka jika sel sperma atau juga sel telurnya berasal dari prang yang terikat pada suatu hubngan pernikahan dan perkawinan, namu embrio yang diimplantasikan ke dalam rahim seorang wanita akan terikat dalam perkawinan dan anak yang lahir mempunyai status anak yang sah dari pasangan suami istri tadi karena sudah dilahirkan dari rahim seorang perempuan yang sudah terikat dalam perkawinan yang sah
  7. Jika diimplantasikan dalam rahim seorang gadis, maka anak ini mempunyai status sebagai anak diluar kawin karena gadis ini tidak mempunyai suatu ikatan perkawinan yang sah dan secara biologis kecuali ika sel telur berasal darinya. Namun jika sel telur berasal darinya maka anak tersebut dengan secara biologis dan yuridis dianggap sebagai anaknya.

Instagram Baju Menyusui Azzafran

WAREHOUSE & OFFICES

Jln. Ke Warujayeng No 2 Pojok Lampu Merah Baron
Desa Wates
Kecamatan Baron
Kabupaten Nganjuk , Kode Post 6
Jawa Timur – Indonesia
Telp: (0358) 7702-157
Hp | WA. 081217580490 atau 081234228808
Website : http://www.azzafran.com
Email : Azzafranformommy@gmail.com

Google Map

Pengunjung

Flag Counter
error: Content is protected !!