Mencegah dan Mengobati PUP Bayi Yang Tidak Normal

Bagikan Info ini ke temanmu

Mencegah dan Mengobati PUP Bayi Yang Tidak Normal

Berdasarkan IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) frekuensi PUP yang normal pada bayi 6 – 12 bulan terjadi sebanyak 2- 4 kali dalam sehari. Namun dalam keseharian tentu saja hal ini tidak bisa dijadikan patokan tetap.

PUP Bayi Tidak Normal

PUP Bayi Tidak Normal

Banyak faktor yang mempengaruhi pola dan frekuensi bayi PUP. Saat baru lahir seorang bayi bisa PUP 4- 10 kali dalam sehari dan hal itu masih dianggap sebagai hal yang lumrah.

Faktor faktor yang mempengaruhi pola dan frekuensi PUP pada bayi antara lain adalah :

  • ASI / Sufor = Bayi yang minum ASI bisa saja PUP setiap 3 – 5 hari sekali bahkan ada laporan yang menyatakan bahwa ada kasus bayi ASI PUP 1 kali dalam seminggu. Hal ini bisa menjadi hal yang lumrah namun perlu juga diperhatikan konsistensinya. Jika konsistensi feses bayi lunak (tidak keras dan kering) maka hal ini tidak disebut sebagai konstipasi. Sementara anak dengan sufor bisa saja rutin PUP 1 kali sehari atau memiliki konsistensi feses yang keras.
  • Makanan MP ASI = makanan akan mempengaruhi pola dan frekuensi PUP, pada anak yang baru saja mendapat MP ASI bisa saja PUP menjadi sering atau menjadi lambat tergantung dari pola pencernaan dan jenis makanan yang diberikan.
  • Cairan = bayi yang dehidrasi cenderung lebih jarang PUP daripada bayi yang cairannya tercukupi dengan baik.
  • Penyakit lain = pada beberapa penyakit infeksi bakteri/virus dll bisa saja frekuensi PUP menjadi sering (diare) akibat dari infeksi tersebut atau bisa juga mengalami sulit PUP (konstipasi) akibat penyakit / kondisi pada rektum seperti penyakit crohn, penyakit celiac, ileus dll.

PUP BAYI YANG TIDAK NORMAL

Bagaimana kalau kotoran bayi tidak berwarna dan bentuknya pun tidak seperti biasanya? Oh, ini biasanya terjadi bila ia dalam kondisi sebagai berikut:

  1. Diare: Kotorannya lebih hijau dan cair.

Risiko bayi yang diberi ASI terkena diare lebih rendah daripada yang tidak. Ini karena ASI membantu mencegah pertumbuhan mikroorganisme. Kalaupun diare, bisa jadi karena ASI dimasukkan ke dalam botol yang kurang steril.

Bayi yang diberi susu formula memang cenderung gampang diare. Selain akibat kurang sterilnya peralatan minum, bisa jadi karena ia memang sensitif atau alergi terhadap kandungan susu sapi.

  1. Sembelit: Kotorannya agak hitam, keras, dan bentuknya bulat-bulat seperti kotoran kambing.

Sering terjadi pada bayi yang diberi susu formula. Mungkin saja, ini akibat ia alergi terhadap kandungan susu sapi.

Bayi yang sudah mengonsumsi makanan padat, kotorannya bisa berwarna hitam. Warna ini disebabkan oleh zat besi, yang berfungsi sebagai vitamin atau suplemen yang ditambahkan pada makanannya.

  1. Akibat virus atau gigi tumbuh: Kotoran agak hijau dan berlendir

Terjadi karena gangguan penyerapan makanan di usus.

Bisa juga karena gigi anak sedang tumbuh. Ludah banyak tertelan sehingga usus mengalami gangguan.

Mengenal Fases Bayi

Mengenal Fases Bayi

PUP Bayi Berwarna Hijau – Penyebab dan Solusinya

Pada bayi yang baru lahir, normalnya feses yang keluar pertama kali akan berwarna kehitaman ini disebut mekonium sebagai isi dari usus sejak didalam kandungan, seiring berjalannya waktu warna feses akan berubah kehijauan dalam 3 hari, dan dari hijau akan menjadi kekuningan atau kuning seutuhnya pada hari kelima.

Namun, masalah timbul ketika bayi sudah berusia beberapa bulan akan tetapi tiba-tiba PUP bayi berwarna hijau, padahal sebelum-sebelumnya berwarna kuning. Duh, apa yang terjadi, apakah ini berbahaya?

Pup berwarna hijau pada bayi biasanya menandakan bahwa bayi tidak minum atau makan dengan baik, terlepas apakah berat badannya naik atau tidak.

Secara normal pup atau feses bayi yang mendapatkan ASI biasanya berair atau encer, tapi bila ada lendir dalam fesesnya, fese bayi berwarna hijau dan bayi mengalami gejala kolik atau sakit perut yang ditandai dengan rewel, itu bisa menjadi tanda bahwa adanya ketidakseimbangan antara foremilk-hindmilk. Hal ini biasanya terjadi ketika

seorang ibu memiliki kelebihan pasokan ASI, sebagai akibatnya bayi akan minum terlalu banyak foremilk berair yang mengandung laktosa lebih tinggi daripada hindmilk. Foremilk maksudnya adalah ASI pada awal pemberian, sedangkan Hindmilk adalah ASI pada akhir pemberian.

Jadi, Bagaimana Cara Mengatasi Hal Ini?

Cara mengatasi PUP bayi berwarna hijau karena masalah ini yaitu dengan biarkan bayinya bayi untuk menguras satu payudara, sebelum menawarkan payudara yang satunya, ini akan memastikan bahwa bayi akan mendapatkan hindmilk berlemak yang lebih banyak, yang lebih substansial; karena menyusui bayi lebih lama pada salah satu sisi payudara.

Posisikan mulut bayi dengan benar saat menyusui, yaitu harus meliputi seluruh puting susu dan sebagian besar dari areola mamae (lapisan tebal berwarna coklat kehitaman sekitar puting). Jangan biarkan bayi menuyusu hanya di ujung puting.

Jika ibu menerapkan cara yang demikian, maka ibu akan melihat bayi lebih bahagia, tidur lebih lama dan mulai fese mulai terlihat normal, tidak hijau lagi.Selain masalah di atas, PUP bayi berwarna hijau dapat disebabkan oleh masalah di bawah ini.

Jika feses bayi berwarna hijau tetapi tidak berair, berbusa, dan gejala kolik, maka kemungkinan penyebabya adalah:

  • Bayi memiliki penyakit kuning, pup bayi akan berwarna hijau gelap.
  • Beberapa susu formula yang diperkaya dengan zat besi juga dapat menyebabkan feses menjadi hijau.
  • Ibu makan makanan yang berwarna hijau, seperti sayuran hijau. Hal ini biasanya akan menyebabkan fese bayi berwarna hijau terang.
  • Peka terhadap obat-obatan yang ibu minum, seperti antibiotik atau obat-obatan yang diberikan pada bayi.
  • Mengalami infeksi, terutama jika ia juga mengalami diare dan/atau demam. Segera periksakan ke dokter jika hal ini terjadi.

PUP Bayi Berwarna Hijau dan Berlendir

Mempunyai buah hati adalah dambaan setiap orang tua, tidak hanya orang tua perempuan, namun juga lali- laki. Bagaimanapun ibu akan melakukan perawatan yang super ekstra untuk bayinya. Ibu akan menjaga bayinya dan memperhatikan perkembangan bayi dari hari ke hari, termasuk juga kesehatan bayinya.

Bayi memang harus mendapatkan perawatan yang ekstra dari orang tua. Bayi ini mempunyai resiko rentan terhadap berbagai penyakit. Tidak hanya virus saja, bahkan perubahan lingkungan sedikitpun akan berpengaruh terhadap kesehatan bayi. Untuk mengetahui kesehatan bayi ini dapat diamati dari kondisi fisik bayi. Kondisi fisik pada bayi yang dapat dijadikan indikator untuk melihat tingkat kesehatan bayi diantaranya adalah suhu badan dan juga warna pada feses bayi.

Warna pada feses bayi ini mengindikasikan keadaan yang ada pada bayi. Karena seorang bayi belum bisa mengutarakan apa yang dia rasakan, maka orang tua yang harus tanggap dengan kondisi bayinya. Salah satunya dengan melihat pada feses bayi ini.

Feses pada bayi normalnya berwarna kuning seperti kebanyakan warna feses pada umumnya. Namun terkadang kita menemukan warna lain yang ada pada feses bayi kita. Feses tersebut terlihat tidak normal seperti biasanya. Warna feses ini bisa berwarna  coklat, hijau, merah, bahkan putih.

Macam-Macam Warna pada Feses Bayi

Feses normal yang dimiliki oleh bayi adalah berwarna kuning atau kecoklat- oklatan. Namun terkadang adanya gangguan kesehatan menyebabkan warna feses pada bayi ini berubah-ubah. Beberapa warna feses yang dimiliki bayi sebagai berikut:

  • Kuning

Warna kuning ini adalah menandakan bahwa feses bayi normal. Warna feses bayi ini sangat dipengaruhi oleh makanan apa yang dikonsumsi bayi. Jika bayi mengkonsumsi ASI secara eksklusif maka fesesnya akan berwarna lebih cerah. Warna kuning ini berasal dari proses pencernaan lemak yang dibantu oleh cairan empedu.

  • Hijau

Warna hijau ini masih dikategorikan pada warna normal feses. Meskipun masih dianggap normal, namun warna hijau ini jangan sampai muncul terus di feses bayi. Hal ini karena feses yang berwarna hijau berarti mengindikasikan hal yang tidak baik. Feses yang berwarna hijau pada bayi ini berarti bayi mengkonsumsi makanan yang rendah lemak.

  • Merah

Jika warna feses pada bayi anda berwarna merah, maka hal ini mengindikasikan adanya darah yang menyertainya. Darah tersebut bisa berasal dari darah si bayi ataupun darah ibu yang didapat bayi pada saat menyusui pada ibu.

  • Putih Keabu-abuan

Warna fese putih semi keabuan ini menandakan pertanda yang riskan. Hal ini menandakan bahwa bayi mengalami gangguan pada hati ataupun penyumbatan pada saluran empedu.

PUP Bayi

PUP Bayi

Penyebab

Feses atau tinja atau kotoran merupakan sisa- sisa dari makanan yang sudah diambil manfaatnya, yaitu vitamin dan kandungan-kandungan yang bermanfaat, sehingga menyisakan satu ampas. Ampas inilah yang kemudian dikeluarkan manusia sebagai feses. Umumnya feses ini berwarna kuning.

Hal ini terjadi pada manusia dewasa maupun anak- anak, hingga bayi. Namun, adakalanya feses bayi ini berwarna bukan kuning, melainkan hijau. Untuk feses bayi yang warnanya berubah menjadi hijau ini sebenarnya adalah satu kewajaran. Selama tidak disertai dengan keluhan lain seperti nafsu makan menurun, terdapatnya darah pada feses bayi, muntah, rewel, berat badan bayi menurun, dan sebagainya.

Perubahan warna feses bayi yang menjadi hijau ini dapat terjadi karena bayi terlalu banyak mengonsumsi makanan yang mengandung rendah lemak. Lemak ini biasanya bisa didapatkan bayi pada saat meminum ASI. Namun hal ini bukan berarti bahwa semua ASI mengandung kandungan lemak yang tinggi.

payudara seorang ibu memiliki ASI depan atau foremilk dan juga ASI belakang atau hindmilk. Dan ketika bayi menyusu, bayi akan terlebih dahulu menyerap ASI bagian depan. ASI bagian depan atau foremilk ini memiliki banyak kandungangula dan juga laktosa, namun rendah lemak. Sementara pada bagian ASI belakang atau hindmilk ini banyak terdapat kandungan lemak yang tinggi.

Lalu bagaimana jika kotoran bayi berwarna hijau dan disertai dengan lendir? Hal seperti ini merupakan salah satu ketidaknormalan yang menjangkit feses bayi. Feses yang berwarna hijau dan disertai lendir dapat diakibatkan oleh hal-hal tertentu. Feses yang berwarna hijau dan berlendir ini terjadi karena adanya gangguan penyerapan makanan di usus bayi.

Hal ini dapat disebabkan karena gigi bayi sedang tumbuh. Saat gigi bayi sedang tumbuh, maka banyak ludah yang tertelan. Hal ini menyebabkan usus dapat mengalami gangguan. Jika usus telah mengalami gangguan maka penyerapan makanan juga ikut terganggu. Dan hal ini akan berdampak pula pada kotoran bayi berwarna hijau dan berlendir.

Cara Mengatasi

Telah dijelaskan sebelumnya, bahwasannya penyebab feses bayi berwarna hijau ada beberapa faktor. Salah satu faktor penyebabnya adalah bayi terlalu banyak mengkonsumsi makanan yang mengandung rendah lemak. Lemak pada bayi dapat diperoleh dari ASI, terutama ASI bagian depan atau foremilk.

Jika penyebabnya adalah demikian, maka hal ini dapat diatasi dengan memberikan lebih banyak ASI kepada bayi, agar nantinya bayi mendapatkan asupan ASI bagian depan dan ASI bagian belakang secara maksimal. Maka untuk mengatasi hal ini sebaiknya seorang ibu menyusui anaknya lebih lama lagi, sehingga kandungan foremilk dan juga hindmilk dapat tercukupi semuanya.

WARNA PUP BAYI BARU LAHIR

Dua puluh empat jam setelah lahir, bayi akan “pup” alias buang air besar (BAB). Kotoran pertama ini umumnya berwarna hitam kehijau-hijauan, dan disebut sebagai mekonium. Mekonium terbentuk dari cairan ketuban yang tertelan ketika bayi masih di dalam kandungan, dan berada di dalam ususnya sejak 3 bulan sebelum dilahirkan. Segera setelah bayi mulai menyusu, mekonium akan terdesak keluar, sebab ASI merangsang sistem pencernaan bayi untuk mulai melakukan tugasnya.

Berubah warna dan bentuk. Setelah mengeluarkan mekonium, pup yang dikeluarkan bayi akan berubah-ubah warna dan bentuk, sesuai komposisi senyawa di dalam ASI yang Anda berikan kepadanya. Berikut perubahan dan peralihan warna berdasarkan asupan gizi dari ASI:

Berbentuk cairan berwarna hijau atau kuning. Biasanya ini merupakan kotoran transisi antara mekonium dan kotoran yang terbentuk dari “sampah” ASI. Kotoran seperti ini keluar selama beberapa hari setelah bayi lahir.

Berbentuk mirip butiran beras, warna kuning cerah dan bau agak asam. Ini biasanya merupakan kotoran yang dihasilkan setelah bayi mengonsumsi ASI secara teratur.

Berbentuk agak padat, warna kuning pucat atau kuning kecokelatan, berbau asam agak tajam. Ini merupakan kotoran yang dihasilkan oleh bayi yang diberi susu formula, selain ASI.

Berbentuk cair, tanpa disertai ampas, dan berwarna hijau. Ini merupakan penampilan kotoran yang menandakan bahwa bayi mengalami diare.

Berbentuk bulat-bulat seperti kotoran kambing, padat dan keras, berwarna kehitaman. Ini merupakan penampilan kotoran yang menandakan bayi mengalami sembelit.

Kalau tiba-tiba pup bayi berubah bentuk dan warna disertai reaksi menangis dan rewel, Anda perlu memberi perhatian ekstra. Terutama, beri perhatian pada makanan dan minuman yang Anda konsumsi yang bisa mempengaruhi komposisi gizi dalam ASI yang Anda produksi.

PUP bayi berdarah

Sebagai orangtua, Anda tentu mengkhawatirkan jika sang buah hati terkena sakit. Apalagi jika sakit yang dideritanya merupakan hal yang menakutkan bagi Anda. Buang Air Besar (BAB) berdarah, hal ini bisa terkena oleh siapa saja, baik orang dewasa maupun bayi sekalipun. Hal inilah yang sering di konsultasikan atau dikeluhkan para orangtua pada dokter.

Berdasarkan hasil riset, bahwa orangtua yang membawa anaknya ke dokter diakibatkan PUP berdarah mencapai sekitar 0,3% dari beberapa kasus penyakit anak yang sering timbul. Pada kasus PUP berdarah yang berpotensi fatal tercatat sekitar 4%. Hal ini biasanya disebabkan oleh gangguan atau penyakit yang terjadi di dalam saluran pencernaan, baik saluran pencernaan atas maupun bawah. Pada PUP berdarah ini juga seringkali ditemukan bersamaan dengan muntah darah.

PUP berdarah bukan merupakan penyakit tetapi suatu gejala dari penyakit yang mendasarinya. PUP berdarah terdapat beberapa jenis yang digolongkan ke dalam 3 kelompok yaitu : Melena Melena merupakan PUP berdarah yang menyebabkan tinja berwarna kehitaman, seperti ter, dan berbau amis. Hematochezia Hematochezia adalah PUP berdarah yang menyebabkan tinja menjadi berwarna merah terang akibat darah. Occult loss (darah samar) Pada jenis ini merupakan jenis PUP yang tidak disadari dan tidak terlihat karena jumlah darah yang ada pada tinja sangat sedikit dan baru diketahui setelah diperiksa di laboratorium.

Para orangtua mungkin seringkali menanyakan, apakah jika tinja bayi berwarna merah selalu menandakan adanya darah? Hal tersebut bisa dikatakan belum tentu. Karena pada warna tinja anak yang agak kemerahan terkadang dapat disebabkan pada konsumsi buah dan sayuran tertentu, pemberian suplemen besi, atau pewarna makanan tertentu. Bila Anda masih juga ragu dan khawatir sebaiknya bawalah anak Anda ke dokter untuk memastikan hal tersebut.

Penyakit atau penyebab BAB berdarah pada anak tentu banyak sebabnya, mulai dari yang paling ringan sampai dengan serius. Penyebabnya bisa berasal dari saluran pencernaan bagian atas serta saluran pencernaan bagian bawah. Pada keadaan tertentu adanya BAB berdarah dapat mengakibatkan bayi/anak menjadi syok akibat darah yang keluar sangat banyak sehingga mengganggu keseimbangan jumlah darah dalam tubuh.

Adapun penyebab BAB berdarah antara lain : Adanya robekan di anus (anal fissure) Diare karena bakteri Usus yang masuk ke dalam bagian usus lain kemudian terjepit (intususepsi) Hernia inguinal yang terjepit Radang usus besar Penyakit Crohn (radang usus besar disertai luka) Penyakit Kolitis Ulserativa Diverticulum Meckel (adanya peradangan pada divertikel usus besar).

Penyakit Henoch-Schonlein Purpura Tumor di usus besar Necrotizing Enterocolitis (NEC) Bila anak mengalami BAB berdarah, segera bawa anak Anda ke dokter untuk mendapat pemeriksaan lebih lanjut. Walaupun tidak terlalu berbahaya, tetap jangan mengangap remeh karena dapat menimbulkan komplikasi serius.

Biasanya, dokter akan menanyakan riwayat perdarahan dan riwayat perjalanan penyakit. Bila pada pemeriksaan diperoleh sang anak mengalami syok karena perdarahan yang cukup banyak serta ditandai dengan penurunan tekanan darah, detak jantung yang cepat, dan pucat, umumnya dokter akan langsung memasang infus untuk memasukkan cairan. Bila keadaan anak telah stabil, dokter akan mencari sumber dari penyebab BAB berdarah pada anak dan kemudian mengobati sumber penyebab tersebut.

PUP bayi berlendir dan berbiji

Seiring bertambahnya usia, bayi baru lahir memiliki pola BAB yang bervariasi. Umumnya bayi akan buang air besar kurang lebih 2-5 kali sehari hingga ia berusia sekitar 6-8 minggu. Namun hal ini dapat bervariasi. Tinjanya akan berbentuk sama seperti sebelumnya, cair lunak seperti bubur dan dapat disertai “berbiji”.

Warnanya pun bervariasi dari kuning hingga kuning kehijauan. Karena bayi terkesan sering BAB, maka tak jarang banyak ayah atau ibu yang khawatir bayinya diare. Bahkan beberapa bayi ASI akan BAB setiap kali selesai menyusu, seperti yang dialami pada anak ibu.

Hal ini perlu menjadi perhatian karena salah satu manfaat ASI dari ribuan manfaat lainnya adalah ASI akan berfungsi sebagai laksatif atau obat urus-urus. Di awal bayi baru lahir hingga usia bayi 6-8 minggu, ASI akan membersihkan sistem pencernaan bayi saat ia masih di dalam rahim ibu. Inilah mengapa bayi ASI akan sering BAB.

Namun demikian, jika keluhan berlanjut seiring dengan pertambahan usia bayi ibu, tidak ada salahnya untuk menghubungi dokter.

Lendir pada tinja bayi mungkin menandakan kelainan pada usus. Kelainan ini paling sering merupakan infeksi, yang umumnya hilang dengan sendirinya atau dengan pengobatan antibiotik dalam waktu 1 minggu. Infeksi juga biasanya disertai demam dan bayi menjadi rewel serta tampak sakit.

Selain infeksi, kelainan usus yang mendasari mungkin berupa gangguan enzim pencernaan atau alergi susu (jarang pada bayi yang mendapat ASI). Hal ini perlu dipastikan melalui pemeriksaan oleh Dokter Spesialis Anak (Sp. A). Hal ini mungkin perlu lebih diperhatikan jika anak menunjukkan tanda-tanda gangguan tumbuh kembang.

Gangguan tumbuh kembang berarti ada gangguan pada pertumbuhan (tinggi dan berat) serta pada perkembangan anak (kemampuan menguasai teknik baru, seperti berjalan, berbicara, bermain, dll.).

Mengenai keluhan napas, hal tersebut bisa lebih dipastikan normal / tidaknya dengan pengamatan langsung terhadap gerakan napas yang Anda maksud. Untuk itu, pemeriksaan Dokter Anak sangat penting dalam penentuan hal ini.

Berikut tips untuk Anda:

  • Berikan ASI eksklusif (hanya ASI saja) selama sekurangnya 6 bulan
  • Beri imunisasi anak sesuai jadwal
  • Timbang bayi Anda setidaknya 1 bulan sekali untuk memantau pertumbuhan normal
PUP Bayi

PUP Bayi

PUP Bayi Keras

Bayi Anda yang biasanya ceria, tiba-tiba berubah menjadi rewel dan menangis. Anda pun dibuat cemas dan mencari tahu penyebabnya. Ternyata, kerewelan si Kecil muncul ketika ingin buang air besar (BAB), si Kecil mengejan untuk buang air besar, terkadang diiringi dengan tangisan karena sakit. Situasi ini terjadi setiap kali bayi Anda buang air besar. Tidak hanya itu, dalam popoknya terlihat tekstur feses yang keras dan terkadang terlihat seperti batu kecil.

Gejala ini menunjukkan bahwa bayi Anda mengalami konstipasi atau sembelit. Bayi yang mengalami konstipasi atau sembelit dengan feses keras, biasanya PUP-nya juga tidak teratur. Bisa dua hari atau tiga hari sekali baru PUP. Apalagi ketika feses bayi yang keras disertai bercak darah. Hal ini bisa terjadi karena anus si Kecil mengalami iritasi. Gejala lain yang bisa Anda perhatikan saat anak mengalami sembelit adalah kakinya diangkat-angkat ketika PUP.

Anda tentu bisa membayangkan rasa sakit yang dialami si Kecil yang masih bayi ketika PUP dengan feses keras dan susah untuk dikeluarkan. Jangankan bayi, orang dewasa saja akan merasakan sakit hingga keringat bercucuran.

Mengalami susah PUP dengan tekstur feses keras pada bayi umumnya terjadi saat ia mulai diberi makanan pendamping ASI (MPASI). Pada masa ini, tubuh bayi masih dalam proses penyesuaian dalam mengelola makanan yang baru saja dikenalkan kepadanya.

Hal ini memang umum terjadi pada bayi, karena biasanya ia mengonsumsi ASI saja. Selain itu, adapun bayi yang mengalami susah PUP dengan feses keras bisa juga terjadi karena anak kurang minum air putih, mengonsumsi buah-buahan, dan kurang makan makanan berserat.

Instagram Baju Menyusui Azzafran

WAREHOUSE & OFFICES

Jln. Ke Warujayeng No 2 Pojok Lampu Merah Baron
Desa Wates
Kecamatan Baron
Kabupaten Nganjuk , Kode Post 6
Jawa Timur – Indonesia
Telp: (0358) 7702-157
Hp | WA. 081217580490 atau 081234228808
Website : http://www.azzafran.com
Email : Azzafranformommy@gmail.com

Google Map

Pengunjung

Flag Counter
error: Content is protected !!