Mencermati Penyebab Batuk Pada Bayi dan Penanganannya

Bagikan Info ini ke temanmu

Mencermati Penyebab Batuk Pada Bayi dan Penanganannya

Ketika bayi Anda batuk, hal tersebut bisa terdengar memprihatikan. Apalagi jika batuk pada bayi mengganggu kenyamanannya.

Umumnya, batuk pada bayi akan mereda dengan sendirinya setelah dua minggu, namun bukan berarti Anda bisa menganggapnya remeh. Orang tua perlu mengetahui lebih lanjut mengenai jenis-jenis batuk dan tanda-tanda jika telah terjadi perkembangan penyakit atau bahkan komplikasi.

Mengenali Jenis Batuk

Sebagaimana orang dewasa, bayi dapat mengalami batuk kering atau batuk berdahak. Batuk kering merupakan upaya menghilangkan gangguan yang terjadi karena rasa gatal pada bagian belakang tenggorokan. Ini terjadi karena adanya pembengkakan pada tenggorokan dan saluran pernapasan. Batuk kering biasanya menjadi gejala terjangkitnya pilek atau flu. Bayi memiliki kemungkinan mengalami pilek hingga delapan kali per tahun. Namun jangan khawatir karena seiring waktu kekebalan tubuh si kecil akan meningkat.

Batuk Pada Bayi

Batuk Pada Bayi

Sementara itu, batuk berdahak merupakan upaya alami untuk mengeluarkan dahak dari paru-paru.

Batuk pada bayi juga bisa saja diikuti dengan gejala-gejala lain, seperti demam, hidung tersumbat, radang tenggorokan, mata merah, tidak nafsu makan, dan rewel. Selain itu bisa muncul bengkak pada kelenjar getah bening di bagian bawah lengan, leher, atau di bagian belakang kepala.

Cara Sederhana untuk Meringankan Batuk

Kini sudah banyak ditemukan beragam obat yang dijual bebas untuk mengatasi batuk dan flu. Tapi waspadalah, jangan sembarangan mengonsumsinya. Mengingat adanya risiko efek samping, bayi hingga anak berusia di bawah enam tahun, sebaiknya tidak diberikan obat batuk atau flu tanpa resep dokter. Untuk mengantisipasi, ada beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan di rumah guna meringankan batuk pada bayi, antara lain:

  • Berikan lebih banyak air susu ibu (ASI) guna membantu tubuh melawan infeksi.
  • Perbanyak waktu istirahat dan tidur.
  • Jika bayi mengalami demam, berikan obat pereda demam khusus bayi dengan dosis yang tepat setelah bertanya pada dokter.

Sebagaimana penanganan batuk pada anak, bayi juga dapat memanfaatkan uap panas dalam ruangan untuk membantu melegakan saluran pernapasannya. Pastikan Anda menjaga bayi saat menghirup uap agar tidak terluka.Campuran air lemon dan madu dapat diberikan pada bayi yang berusia lebih dari satu tahun untuk meringankan gejala batuk.

Mengenali Tanda-tanda Bahaya

Meski dapat dianggap reaksi alami, batuk pada bayi harus dicermati lebih dalam. Segera bawa bayi ke dokter jika batuk yang terjadi diiringi oleh gejala lain, seperti:

Bayi menolak menyusu sehingga mengalami dehidrasi. Dapat ditandai dengan mengecek popoknya. Pada kondisi normal, bayi seharusnya buang air kecil tiap enam jam.

Bayi mengalami demam  dan berlangsung lebih dari tiga hari terutama yang berusia di bawah tiga bulan. Bagi bayi di atas usia tersebut, waspadai jika demam mencapai 38,9 derajat celcius atau lebih.

  1. Batuk menyebabkan muntah.
  2. Tampak sulit bernapas.
  3. Dahaknya tampak berwarna kuning, hijau, atau kecokelatan.

Selain itu, ada pula kondisi batuk yang berbahaya dan dapat mudah menyebar, yaitu batuk rejan. Bayi hingga usia enam bulan sangat berisiko menghadapi komplikasi akibat batuk jenis ini. Batuk rejan dapat menyebabkan bayi tidak bernapas dan kulitnya terlihat membiru. Komplikasi dari batuk rejan pada bayi dimulai dari gemetar tidak terkendali, napas terhenti, gangguan pada otak, pneumonia, hingga kematian. Untuk mengatasi batuk rejan, umumnya dokter akan segera memberikan antibiotik.

Batuk dianggap sebagai upaya tubuh dalam mengeluarkan lendir atau benda asing dari saluran pernapasan. Meski sering kali bukan pertanda buruk, orang tua harus tetap cermat jika batuk menimpa bayi. Jika timbul gejala-gejala lain yang mungkin membahayakan, segera hubungi dokter atau  fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan bantuan medis. perkembangan penyakit atau bahkan komplikasi.

Mengenali Jenis Batuk

Macam-Macam Batuk Pada Anak

Anak seringkali terserang penyakit dikarenakan sistem pertahanan tubuhnya belum sempurna. Anak lebih mudah terserang bakteri, virus dan mikoorganisme akibat dari sistem imunitas tubuh yang masih lemah. Gangguan kesehatan yang seringkali menyerang anak-anak adalah flu dan batuk.

Meskipun gangguan kesehatan anak seperti batuk tidak membahayakan akan tetapi harus tetap diwaspadai dan juga dilakukan pengobatan. Taukah anda bahwa batuk pada anak memiliki banyak macamnya dan obat yang berbeda? Pada artikel kali ini kami akan membahas mengenai macam-macam batuk pada anak dan solusi pencegahan batuk pada anak.

Pengertian Batuk

Batuk bukan merupakan suatu penyakit, batuk adalah pertahanan yang dilakukan oleh tubuh untuk menjaga saluran pernapasan. Batuk juga dapat dikatakan reaksi tubuh ketika menghadapi iritasi tenggorokan terhadap makanan, debu, asap dan juga lendir. Batuk pada anak dapat dibedakan menjadi dua yaitu batuk akut dan batuk kronis. Batuk akut merupakan batuk yang terjadi dari 14 hari. Sedangkan batuk kronis adalah batuk yang lebih dari 14 hari dan terjadi dalam 3 episode yaitu 3 bulan berturut-turut.

Batuk Pada Anak

Batuk merupakan keluhan kesehatan yang seringkali dialami oleh anak. Batuk berhubungan dengan infeksi pernapasan. Infeksi pernapasan meliputi infesi pernapasan atas yaitu terjadinya pilek yang dikenal dengan hidung beringus, nasofaringitis akut atau faringoronitis akut dan juga common colds. Sedangkan infeksi pernapasan bawah diantaranya adalah bronkitis, bronkiolitis dan juga pneumonia.

Meskipun batuk tidak akan membahayakan dan hanya merupakan refleks tubuh untuk membersihkan jalan napas akan tetapi apabila kondisi batuk pada anak disertai dengan demam yang tinggi hingga suhu tubuh mencapai 39 erajat celcius dan berlangsung selama tiga hari, terjadi lesu dan bernapas yang cepat,kondisi tubuh anak yaitu pada bagian wajah, bibir dan lidah mengalami kebiruaan disertai dengan berdarah maka harus segera diambil tindakan.

Macam-macam batuk pada anak

  1. Batuk “Menggonggong”

Batuk yang disebabkan oleh croup yaitu terjadinya peradangan trakea dan larings yang disebabkan karena alergi, infeksi pernapasan atau perubahan suhu yang terjadi di malam hari. Pada anak saluran napas akan menyempit sehingga mengalami peradangan, pita suara akan mengalami pembengkakan dan menjadi kesulitan bernapas. Inilah yang menyebabkan anak yang berusia dibawah 3 tahun menderita croup meskipun kebanyakan kasus dapat ditangani di rumah akan tetapi konsultasikan kepada dokter apabila sering dialami oleh anak.

  1. Batuk Rejan

Batuk rejan memiliki ciri ciri kerap kali ingin muntah setelah suara batuk berakhir. Terdapat bunyi “whoop” setelah batuk berakhir yaitu disaat anak menarik napas dalam setelah mengalami batuk terus menerus. Jenis batuk ini disebabkan bakteri pertussis. Batuk jenis ini menular melalui cairan yang terinfeksi yaitu ketika penderita tertawa, batukk dan bersin. Apabila anak mengeluarkan bunyi whoop setelah batuk terus menerus kemungkinan besar merupakan gejala batuk rejan apalagi bila anak belum diberikan vaksinasi. Pada bayi yang menderita pertusis harus segera mendapatkan pertolongan dokter karena akan menyebabkan kekurangan oksigen.

  1. Batuk Mengi

Pada jenis ini ditandai dengan bunyi mengi saat anak mengeluarkan napas. Batuk mengi dapat menjadi pertanda terjadinya sumbatan di jalan napas bawah yang disebabkan infeksi pernapasan seperti pneumonia atau bronkiolitis, asma atau juga tersangkut pada jalan napas. Kondisi seperti ini harus mendapatkan penanganan dokter sehingga memiliki obat yang dapat meredakan gangguan yang dialami anak terkecuali anda sudah mempersiapkan obat khusus sesuai resep dokter yang dapat menangani di rumah.

  1. Batuk Mendadak

Batuk mendadaka banyak penyebabnya salah satunya karena tersedak makanan atau minuman yang masuk pada jalur yang salah. Makanan atau minuman yang harusnya masuk pada jalur pencernaan akan tetapi malah masuk pada jalur pernapasan sehingga membuat tersedak. Dengan batuk maka akan membuat jalan napas yang tersumbat dibersihkan. Batuk mendadak hanya terjadi sebentar saja meskipun demikian pada beberapa kasus seringkali anak mengalami batuk mendadak yang sulit reda maka dibutuhkan pertolongan pertama. Jangan membersihkan tenggorokan dengan jari karena akan menyumbat semakin jauh.

  1. Batuk Pada Malam Hari

Seringkali anak mengalami batuk hanya pada malam hari. Kondisi dimana saat berbaring di tempat tidur, sumbatan yang terjadi pada hidung akan mengalir ke tenggorokan dan menimbulkan iritasi. Meskipun kondisi ini tidak akan membahayakan anak. Batuk pada malam hari harus diketahui penyebabnya dikhawatirkan disebabkan asma yang diderita anak.

  1. Batuk Pada Siang Hari

Batuk yang hanya terjadi siang hari disebabkkan karena asma, pilek, flu, asma atau infeksi pernapasan. Bahkan kondisi lingkungan dapat menyebabkan terjadinya batuk pada siang hari sepeerti terlalu dingin atau hewan peliharaan yang dapat menyebabkan anak batuk.

  1. Batuk yang disertai pile

Kondisi anak pilek seringkali disertai dengan batuk. Batuk yang dialaminya merupakan batuk berdahak atau batuk kering. Umumnya berlangsung selama 1 minggu setelah pilek mereda.

  1. Batuk dengan muntah

Batuk yang diderita anak berat seringkali merangsang refleks muntah. Meskipun kondisi ini tidak membahayakan. Kondisi ini biasa terjadi pada anak yang mengalami batuk, selama anak muntah lendir bukan muntah darah.

  1. Stridor

Kondisi stridor adalah suara napas yang kasar dan berisik. Apabila terdengar stridor anda dapat segera membawa anak ke dokter. Stridor adalah pembengkakan pada jalan napas dimana terjadi karena croup (virus). Bahkan dapat terjadi dikarenakan penyumpatan jalan napas yang berat atau dikenal istilah epiglotitis.

Solusi dan Pencegahan Batuk pada Anak

Secara waktu berlangsungnya batuk dapat dibedakan menjadi batuk akut dan batuk kronis. Untuk membantu meredakan batuk pada anak adalah dengan cara cara berikut :

  • Anak yang mengalami batuk terus menerus selama satu jam diwaspadai sebagai bronkhitis.
  • Hindari makanan atau minuman yang dapat merangsang batuk.
  • Ketika anak sedang batuk berikan makanan atau minuman dalam porsi yang sedikit agar tidak merangsang muntah.
  • Anda dapat menggunakan kayu putih atau minyak telon pada dada anak untuk memberikan kehangatan.

Sedangkan untuk mencegah batuk pada anak adalah dengan cara-cara berikut ini :

  • Apabila anda sedang batuk gunakan masker sehingga tidak mudah menular pada anak anda.
  • Menutup mulut ketika batuk.
  • Berikan makanan yang bergizi yang dapat menjaga daya tahan tubuh anak anda.
  • Cegah beberapa penyakit batuk dengan imunisasi. Batuk yang dapat dicegah dengan imunisasi yaitu imunisasi DPT dan imunisasi BCG.

Dengan demikian anak yang seringkali mengalami batuk harus diketahui penyebabnya dikhawatirkan menjadi gejala penyakit asma atau bronchitis. Pada dasarnya batuk adalah gangguan kesehatan yang ringan yang tidak perlu dikhawatirkan meskipun demikian harus diberikan pengobatan untuk membuat kondisi anak menjadi nyaman. Obat batuk yang diberikan pada anak harus disesuaikan dengan jenis batuk anak.

Obat Batuk Pada Bayi

Obat Batuk Pada Bayi

Penyebab batuk pada bayi

Mencermati Penyebab Batuk Pada Bayiqa

Ketika bayi Anda batuk, hal tersebut bisa terdengar memprihatikan. Apalagi jika batuk pada bayi mengganggu kenyamanannya.

Umumnya, batuk pada bayi akan mereda dengan sendirinya setelah dua minggu, namun bukan berarti Anda bisa menganggapnya remeh. Orang tua perlu mengetahui lebih lanjut mengenai jenis-jenis batuk dan tanda-tanda jika telah terjadpada Bayi biasanya karena terjadi infeksi saluran pernafasan, masuknya cairan atau benda asing ke paru-paru, sinusitis (radang di rongga sinus) atau bisa juga disebabkan karena alergi. Penyebab lain batuk pada bayi, bisa juga dikarenakan bayi tersedak kacang atau susu.

Jenis batuk pada bayi dibedakan menjadi batuk akut dan batuk kronis. Batuk kronis mempunyai tanda apabila batuk pada bayi telah terjadi selama 14 hari atau lebih dan batuk terjadi selama tiga kali dalam 3 bulan secara berturut-turut. Kondisi tersebut bisa menjadi indikasi gejala penyakit Asma, TBC, atau batuk rejan (batuk 100 hari).

Batuk akut lebih ringan dibandingkan dengan batuk kronis, dan biasanya disebabkan oleh flu, radang tenggorokan, atau bayi tersedak. Jenis batuk ini berlangsung tidak lebih dari 14 hari. Meski terjadi tidak lama, namun tetap harus diwaspadai karena batuk pada bayi bisa menjadi indikasi penyakit seperti pneumonia (radang paru-paru).

Mengatasi Batuk pada Bayi bisa dilakukan dengan penanganan sebagai berikut:

Apabila anak batuk terus-menerus selama satu jam atau lebih, kemungkinan merupakan gejala bronkhitis, yang disebabkan karena infeksi virus pada paru-paru. Jenis batuk ini bisa diatasi dengan memberikan oksigen melalui hidung agar balita lebih mudah bernapas.

Apabila batuk pada bayi disertai demam, biasanya merupakan gejala batuk rejan. Pada kondisi ini bayi akan terlihat lesu, lidah membiru, dan porsi minum lebih sedikit dibandingkan biasanya. Apabila anak anda memiliki gejal tersebut, segera bawa ke dokter untuk mendapatkan penanganan medis.

Jangan memberi makanan atau minuman yang dapat menyebabkan batuk.  (es, permen, atau makanan berlemak).

Saat batuk, berikan makanan atau minuman kepada anak dengan porsi sedikit tetapi lebih sering agar anak tidak mudah muntah.

Oleskan minyak kayu putih atau minyak telon pada dada bayi agar bayi merasa hangat dan lebih nyaman.

Batuk pada bayi memang seharusnya dihindari, hal ini agar tumbuh kembang bayi bisa maksimal. Apabila anak anda batuk, tentu saja akan mengganggu nafsu makan dan aktivitasnya. Dan agar anak anda terhindar dari batuk, dibawah ini beberapa tips mencegah batuk pada anak:

Hindarkan bayi dari orang yang sedang batuk, apabila ada anggota keluarga termasuk anda sedang batuk maka wajib mengenakan masker saat mendekat pada bayi.

Berikan  anak makanan yang bergizi dengan tujuan daya tahan tubuh anak tidak melemah.

Beberapa penyakit yang menyebabkan batuk bisa dicegah dengan imunisasi. Contohnya batuk pertusis dapat dicegah dengan imunisasi DPT, sedangkan untuk mencegah TBC maka dilakukan imunisasi BCG.

Ringkasan:

  • Penyebab Batuk pada Bayi adalah karena infeksi saluran pernafasan, masuknya cairan atau benda asing ke paru-paru, sinusitis, alergi dan tersedak,
  • Mengatasi Batuk pada Bayi bisa dengan mengoleskan Minyak Kayu Putih atau Minyak telon pada bagian Dada.
  • Imunisasi DPT dan BCG bisa mencegah Batuk pada Anak karena pertusisi dan TBC.
  • Alasan Bayi Tidak Boleh Minum Air Putih
  • Penyebab Gangguan Tidur pada Bayi
  • ecara normal.
  • Tindakan yang Dapat Dilakukan di Rumah
  • Hidung beringus yang dialami bayi sebenarnya merupakan suatu cara menyingkirkan kuman dalam tubuh. Namun, jika cairan yang timbul dari hidung terlalu banyak, dapat mengganggu pernapasannya.
  • Berikut beberapa cara untuk meringankan gejala pilek pada bayi yang dapat dilakukan orang tua di rumah :
  • Tempatkan bayi di ruangan tanpa AC untuk mengurangi hidung tersumbat. Bila bayi lebih nyaman dalam ruangan AC, gunakan mesin pelembap udara atau manfaatkan uap air panas.  Anda dapat menambahkan minyak esensial seperti mentol.
  • Jika pilek pada bayi sudah sangat mengganggu, encerkan lendirnya dengan air garam yang diteteskan ke ujung lubang hidung bayi. Lalu, gunakan alat penyedot ingus bayi untuk membersihkan hidung.
  • Tepuk perlahan punggung bayi untuk membantu meringankan penapasannya yang tersumbat. Baringkan bayi dengan posisi tengkurap pada lutut atau biarkan bayi duduk di pangkuan dengan condong ke arah depan.
  • Untuk menghindari iritasi, Anda dapat mengoleskan petroleum jelly di bagian luar lubang hidung.
  • Bersihkan cairan hidung atau lendir yang mengeras pada hidung bayi. Gunakan kapas yang dibasahi dengan air hangat.
  • Anda dapat memberikan teh hangat untuk bayi yang berusia di atas 6 bulan. Hal ini dapat membantu meredakan hidung tersumbat.
  • Hindari menggunakan spray hidung pada bayi. Konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter untuk tindakan tersebut
  • Jangan Sembarangan Memberi Obat
  • Pilek yang tidak mengganggu  pola makan bayi atau aktivitas bayi  tidak memerlukan tindakan khusus. Hindari penggunaan obat-obat bebas pada anak di bawah usia 6 tahun karena kemungkinan efek sampingnya yang berbahaya. . Sebaiknya obat-obatan yang diberikan selalu melalui pengawasan dokter.
  • Jika bayi demam, maka konsultasikan dengan dokter mengenai kemungkinan memberikan parasetamol atau ibuprofen. Jangan pernah memberikan aspirin pada bayi karena dapat berisiko menyebabkan efek samping berbahaya.
  • Hindari juga obat-obatan herba, seperti ephedra atau efedrin, yang digunakan untuk meredakan hidung tersumbat, tapi memiliki risiko efek samping lebih besar daripada manfaatnya.

Kondisi yang Harus Diwaspadai

Meski pilek merupakan salah satu penyakit yang umum dialami bayi, namun ada beberapa kondisi yang membuat orang tua perlu waspada dan segera berkonsultasi dengan dokter, antara lain :

  • Pilek yang diiringi batuk dan demam lebih dari 39 derajat celsius pada anak di bawah usia 6 Atau demam mencapai lebih dari 40 derajat Celsius pada anak di atas 6 bulan. Demam berlangsung lebih dari dua hari.
  • Mata berair atau muncul kotoran mata.
  • Batuk pada bayi semakin parah atau diiringi napas yang cepat, terdengar bunyi mengi saat bayi bernapas.
  • Perubahan signifikan pada pola makan atau tidur, sering mengantuk atau rewel.
  • Bayi menangis saat menyusu sambil menggosok atau menarik telinga dan menangis ketika diletakkan di tempat tidur.
  • Pilek yang terjadi tidak membaik setelah 5-7 hari.
  • Bayi dengan daya tahan tubuh yang belum sempurna, berisiko mengalami berbagai penyakit termasuk pilek. Pilek yang disertai dengan gejala-gejala berat, harus diwaspadai. Konsultasikan dengan dokter.

Instagram Baju Menyusui Azzafran

WAREHOUSE & OFFICES

Jln. Ke Warujayeng No 2 Pojok Lampu Merah Baron
Desa Wates
Kecamatan Baron
Kabupaten Nganjuk , Kode Post 6
Jawa Timur – Indonesia
Telp: (0358) 7702-157
Hp | WA. 081217580490 atau 081234228808
Website : http://www.azzafran.com
Email : Azzafranformommy@gmail.com

Google Map

Pengunjung

Flag Counter
error: Content is protected !!