Mengatasi, Mencegah Dan Mengobati Bayi Yang Lambat Bicara

Bagikan Info ini ke temanmu

Mengatasi, Mencegah Dan Mengobati

Bayi Yang Lambat Bicara

 

Menurut dr. Ferdy Limawal dalam salah satu rubrik kesehatan anak di salah satu majalah anak, mengatakan, anak yang terlambat bicara merupakan hal yang umum yang harus di hindari yang di sebabkan karena banyak hal. Dan keterlambatan bicara secara fungsional merupakan hal yang paling umum di alami oleh anak.

Anak laki-laki adalah yang paling dominan mengalami keterlambatan biacara dari pada perempuan. Dan biasanya juga mudah untuk di sembuhkan. Dan keterlambatan anak tersebut juga akan membaik saat anak sudah beranjak ke umur 2 tahun sampai anak sudah mulai belajar di sekolah.

Sebagian besar penyebab anak terlambat bicara  secara fungsional adalah kurangnya latihan, lebih banyak bermain sendiri, terlalu pasif, terlalu banyak menonton televisi atau dikarenakan menggunakan dua atau lebih bahasa, Pada dasarnya jika anak terlambat bicara namun mengerti semua yang diucapkan kepadanya dan mampu berinteraksi dengan baik di sekitarnya, maka perihal ‘anak terlambat bicara’ ini dapat ditoleransi.

Namun bila anak terlambat bicara dan disertai dengan anak tidak mengerti dengan yang diucapkan oleh orang lain, hiperaktif, tidak mau merespon jika dipanggil, bicara bahasa yang tidak dimengerti, gejala kelainan saraf, gangguan pendengaran, gangguan kecerdasan atau gangguan psikologis maka segera bawa anak kepada dokter spesialis anak.

Melatih Anak Agar Tidak Lambat Bicara

Melatih Anak Agar Tidak Lambat Bicara

Keterlambatan bicara pada anak bisa disebabkan berbagai faktor, antara lain:

  1. Mengalami hambatan pendengaran

Bila anak mengalami kesulitan dalam pendengaran, secara otomatis menyebabkan anak kesulitan meniru, memahami, dan menggunakan bahasa. Masalah pendengaran pada anak biasanya disebabkan adanya infeksi telinga.

  1. Hambatan perkembangan otak

Adanya gangguan pada daerah oral-motor di otak mengakibatkan ketidakefisienan  hubungan di daerah otak yang berperan untuk menghasilkan bicara. Sehingga kondisi ini dapat menyebabkan anak kesulitan menggunakan bibir, lidah, dan rahang untuk menghasilkan bunyi.

  1. Adanya masalah keturunan

Keterlambatan bicara juga bisa dipengaruhi oleh faktor keturunan. Meski belum ada penelitian yang bisa membuktikan kebenarannya, tapi biasanya anak yang terlambat bicara ternyata memiliki riwayat keluarga yang mengalami gangguan yang sama.

  1. Minimnya komunikasi

Interaksi dan komunikasi antara orangtua dengan anak bisa menstimulasi anak untuk memperbanyak kosa katanya. Sayangnya, beberapa orangtua tidak menyadari jika cara berkomunikasi mereka berpengaruh terhadap perkembangan anak.

  1. Faktor televisi

Anak yang sering menonton televisi akan menjadi pendengar yang pasif, anak hanya menerima tanpa harus mencerna dan memproses informasi yang masuk. Menonton televisi juga bisa membuat anak menjadi traumatis karena menyaksikan tayangan yang berisi adegan perkelahian, kekerasan, dan seksual.

Jika orangtua sudah menyadari adanya gejala keterlambatan bicara pada anak, maka sebaiknya lakukan hal berikut ini:

  1. Konsultasikan anak ke dokter atau psikolog tentang tumbuh kembang anak, bicarakan pada para ahli tentang tumbuh kembang anak dan kemampuan apa saja yang sudah bisa dikuasainya.
  2. Berikan anak kesempatan untuk berinteraksi dan bermain dengan teman-teman sebayanya. Kegiatan ini bisa memotivasi anak untuk belajar bicara karena bermain dengan anak-anak lainnya membutuhkan kemampuan komunikasi verbal.
  3. Ibu bisa menstimulasi anak dengan mengajaknya berkomunikasi meskipun anak belum mampu berbicara dengan baik. Ibu bisa mengajak anak untuk membacakan dongeng dan bernyanyi.
  4. Mengajarkan kata kepada anak dengan pengucapan yang jelas. Usahakan anak melihat gerakan bibir Anda ketika mengucapkan kata-kata tersebut. Misalnya, susu bukan cucu, minum bukan mik atu num, makan bukan maem atau mamam

Jangan Cemas Dulu Bila Anak Terlambat Berbicara

Rasanya sering banget, kita mendengar anak yang dah umur 2 hingga 2,5 tahun belum bisa bicara dengan lancar. Hanya potongan-potongan kata yang dia ucapkan, dan itupun tidak terucap dengan jelas. Padahal sesuai tahapan perkembangannya, anak usia 1,5 tahun seharusnya paling tidak sudah bisa menggunakan minimal 5 kosa kata yang konsisten seperti papa, mama, apa dsb. Selanjutnya secara bertahap pada usia 2 tahun anak mempunyai 2 lusin kata yang dapat dirangkai sederhana.

Dari beberapa kasus yang terjadi di masyarakat umum, anak yang terlambat bicara adalah hal yang biasa dan bukan merupakan kelainan. Selain itu kita dianjurkan untuk jangan terlalu membandingkan anak kita dengan anak-anak yang lain, karena setiap anak memiliki kemampuan yang berbeda-beda (kaya’nya untuk yang satu ini bener juga sich….). Namun adanya anggapan bahwa kematangan anak perempuan lebih cepat dibandingkan dengan anak laki-laki, juga menjadi faktor mengapa anak lambat bicara adalah hal yang biasa.

Anak keponakan saya yang bernama Nashih Ulwan merupakan salah satu dari sekian anak yang mengalami keterlambatan bicara tersebut. Setelah konsultasi ke dokter anak di RS PKT, maka Nashih dianjurkan untuk mengikuti terapi khusus selama beberapa bulan dan Alhamdulillah sekarang dia sudah dapat bicara dengan normal dan sempurna.

Dari beberapa informasi yang saya baca, anak yang terlambat bicara biasanya terlalu aktif bergerak sehingga anak kurang konsentrasi dan fokus, hal ini memperlambat proses imitasi (meniru) atau istilah kedokterannya anak mengalami ADHAD (Attention Deficit and Hiperactivity Disorder). Anak akan lebih suka bereksperi lewat gerakan, senyuman dan tangisan tetapi jarang menyampaikan sesuatu secara verbal.

Sebagai orang tua (terutama ibu kali’ ya??) ada baiknya untuk lebih tanggap dan memperhatikan ketika anak kita mengalami keterlambatan bicara. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan antara lain :

  1. Konsultasi dengan dokter/psikolog/psikiater tentang apa yang seharusnya dikuasai oleh anak pada usia tetetentu. Usahakan mencari the second opinion untuk memperkuat pernyataan dokter yang lain dan memperkaya informasi tentang kondisi anak kita yang sebenarnya.
  2. Jangan biarkan anak terlalu lama menonton TV, karena akan berdampak kurang baik terhadap perkembangan anak. Ketika menonton TV, anak merasa nyaman dengan tayangan gambar yang begitu menarik dengan gambar yang selalu bergerak dan penuh dengan warna.
  3. Hal itu dapat menyebabkan berkurangnya ketertarikan anak pada obyek-obyek yang statis/kurang menarik/ kurang berwarna yang ada di lingkungan sekitarnya. Akibatnya anak cenderung menjadi pasif, kurang peka dan kurang fokus ketika berinteraksi denganh lingkungannya. Sedangkan yang dibutuhkan anak agar dapat mengadopsi kata-kata dari orang lain adalah dengan cara imitasi (meniru). Dalam proses imitasi diperlukan sensitifitas, keaktifan dan konsentrasi.
  4. Sediakan waktu mengajak anak berinteraksi dengan teman-teman sebayanya. Hal ini akan merangsang anak agar lebih termotivasi untuk belajar bicara, karena bermain bersama anak-anak yang lain membutuhkan kemampuan komunikasi verbal.
  5. Selalu Menstimulasi dengan mengajak anak berkomunikasi meskipun anak belum mampu berbicara dengan baik. Masa BATITA adalah masa meniru, sehingga ketika orang tua intens mengajaknya berbicara pasti kosa kata anak semakin banyak pula.
  6. Mengajarkan kata kepada anak dengan kata-kata yang jelas (intonasi, bentuk mulut/bibir saat mengucapkannya). Contoh : makan bukan maem atau mamam, minum bukan mik atau num, susu bukan cucu, dsb.

Tes untuk Mengetahui Penyebab Anak Terlambat Bicara

Dan bagi anda yang baru pertama kali mempunyai anak dan belum mempunyai banyak pengalaman, anda dapat melakukan tes ini untuk mengetahui kenapa anak terlambat bicara. Tes sederhana ini bertujuan untuk mengetahui penyebab anak terlambat bicara karena faktor fungsional atau faktor nonfungsional. Diharapkan setelah melakukan tes ini, kita segera dapat mengambil tindakan untuk mengatasi keterlambatan bicara si anak.

Tes Meniup Lilin

  • Siapkan sebuah lilin dan nyalakan.
  • Di hadapan sang anak, tiup lilin tersebut.
  • Ajak sang anak untuk menirukan apa yang telah Anda lakukan.

Jika si anak dapat meniup lilin tersebut sampai mati maka keterlambatan bicara anak tersebut karena faktor fungsional. Sebaliknya, jika sang anak tidak mampu meniup lilin sampai mati maka keterlambatan bicaranya karena faktor nonfungsional.

Tes Meniup Sedotan

Tes meniup sedotan ini adalah cara lain jika di rumah kebetulan tidak didapatkan lilin. Dalam tes ini, si anak diharapkan dapat meniup sedotan sampai mengeluarkan angin. Agar dapat mengetahui hasilnya dengan jelas, arahkan sedotan ke dalam gelas yang berisi air. Jika timbul gelembung udara dalam air maka anak tersebut tergolong lambat bicara karena faktor fungsional. Jika tidak, berarti karena faktor nonfungsional.

Kedua tes tersebut juga dapat digunakan sebagai terapi bagi anak yang terlambat bicara karena faktor nonfungsional. Terapi ini akan menguatkan otot lidah dan otot mulut. Kedua otot ini sangat diperlukan saat berbicara, terutama dalam pengucapan huruf konsonan.

Terapi Bayi Yang Lambat Bicara

Terapi Bayi Yang Lambat Bicara

Beberapa cara yang dapat membantu anak untuk belajar berbicara

  • Bermain bersama sesering mungkin
  • Menemani ketika menonton televisi, dan berikan penjelasan mengenai acara televisi  yang berlangsung, serta membatasi anak menonton maksimal 2 jam setiap harinya.
  • Ajak anak pergi untuk bermain dengan anak-anak lain seusianya. Hal  ini akan merangsang anak sehingga anak termotivasi untuk belajar berbicara dan makin mengasah kemampuan anak untuk berbicara.
  • Selalu ajak anak untuk berkomunikasi. Usia batita memiliki kemampuan untuk meniru, sehingga kosakata anak juga makin banyak.
  • Mengatakan kata-kata yang jelas dan benar, contoh susu bukan cucu, makan bukan mamam, minum bukan num.
  • Gunakan kalimat yang pendek agar anak dapat mengikuti
  • Perkenalkanlah dengan bahasa ibu terlebih dahulu (misalnya Bahasa Indonesia). Jangan menggunakan 2 atau 3 bahasa sekaligus, karena anak akan kesulitan untuk mengikuti
  • Lakukan terapi bicara, jika orangtua sangat sibuk dan tidak memiliki waktu untuk melakukan hal-hal di atas.

Lakukan Ini Jika Anak Terlambat BicaraStimulasi anak terlambat bicara

Orang tua mana yang tidak senang jika melihat anaknya bisa berkembang tanpa adanya hambatan yang berarti. Sayangnya, tidak semua orang tua memiliki pengalaman yang sama. Terkadang Anda harus dihadapkan dengan beragam hambatan dalam proses perkembangan si kecil. Salah satunya, anak terlambat bicara.

Ada dua kategori keterlambatan bicara pada anak, yaitu nonfungsional dan fungsional. Kategori nonfungsional biasanya disertai dengan adanya kelainan neurologis bawaan, austisme, kecacatan pada wajah, infeksi otak, gangguan anatomis telinga, dan gangguan mata.

Sedangkan kategori fungsional, umumnya kemampuan bicara baru akan berkembang setelah anak menginjak ke usia 2 tahun. Anak kategori ini hanya mengalami fungsi ekspresif dimana si kecil menjadi malas bicara. Biasa ini terjadi karena si kakak lebih aktif bicara atau tinggal di rumah bilingual.

Sebaiknya anak yang mengalami keterlambatan bicara  harus segera mendapat penanganan yang tepat. Sebab jika tidak, kondisi ini akan berdampak buruk pada si kecil. Mulai dari memukul kepala karena tidak bisa mengutarakan keinginan mereka, hingga alami stres.

Untuk kategori fungsional, Anda bisa meningkatkan kemampuan bicara ekspresif anak dengan cara mengajak anak membacakan cerita atau mengajaknya bernyanyi bersama. Cara ini akan mendorong anak untuk membeo, dan perlahan si kecil akan menggunakan kata-kata yang sering mereka dengar tersebut.

Jangan lupa untuk sering memperkenalkan kata-kata baru yang ada di sekitar mereka. Lalu, berikan si kecil kesempatan berbicara, jangan disela. Anda cukup membetulkan dan memperjelas kata-kata yang si kecil salah ucapkan saja.

Untuk melatih otot wajah dan mulut, Anda juga bisa mengajak anak untuk berlatih meniup kapas dengan sedotan di meja.  Atau jika tidak, coba letakan benda kesayangan si anak di luar jangkauan. Trik ini akan memancing anak berbicara untuk meminta bantuan Anda mengambilkannya. Jangan lupa untuk selalu memberikan apresiasi terhadap apapun usaha yang si kecil sudah lakukan.

Sedangkan untuk keterlambatan nonfungsional, stimulasi si kecil sangatlah di butuhkan oleh si kecil tentunya dengan bantuan tenaga yang sudah profesional dalam ahlinya. Dan semakin cepat anda bergerak semakin cepat pula anda mendapatkan hasilnya.

Observasi ketika anak mengalami gangguan bicara:

  • Riwayat pola makan minum.
  • Pola interaksi anak dan penyuap makanan di usia dini.
  • Postur tubuh.
  • Refleks mulut saat makanan masuk, struktur bibir menutup mulut saat makan, gerak rahang saat mengunyah dan menelan.
  • Tekstur dan kepadatan makanan.
  • Penggunaan peralatan penataan gigi, rahang atau langit-langit.
  • Pola nafas.
  • Permukaan gigi akibat gesekan kronis antar rahang.
  • Kesehatan gusi.
  • Pola pendengaran.
  • Penggunaan alat bantu dengar.

Stimulasi:

  1. Masa bayi hingga usia dini, dengan pemijatan area wajah dan leher.
  2. Usia dini hingga lanjut dengan pola gosok gigi dan pemijatan luar dan dalam mulut. Beberapa perlengkapan untuk pemijatan dalam mulut yang akan membantu sirkulasi dan keseimbangan cairan. Pemijatan member stimulus kenyamanan dan merangsang keseimbangan emosi jika dilakukan dengan tepat dalam suasana yang menunjang.

Ciri-ciri Anak Terlambat Bicara ciri-ciri anak terlambat bicara

Jangan keburu panik bila anak tidak berbicara banyak seperti teman-teman sebaya atau kosakatanya terlihat minim, belum tentu ia didiagnosa terlambat bicara. Ingin tahu lebih jauh? Yuk kenali ciri-ciri anak terlambat bicara di sini.

Berbicara mengenai perkembangan, setiap anak memiliki kecepatannya masing-masing. Ada anak yang memiliki perkembangan yang cepat, ada juga yang lambat. Namun tetap ada rentang waktu yang umum, jadi jika si kecil tidak sesuai ‘jadwal’ yang semestinya berarti ada sesuatu yang salah dengan anak Anda.

Aturan yang sama juga berlaku pada proses bicara anak. Lalu, kapan Anda boleh khawatir pada perkembangan bicara si kecil? Untuk langkah awal, percayalah pada insting Anda. Jika Anda merasa ada sesuatu yang tidak beres, segera kosultasikan ke dokter. Karena ibu adalah orang yang paling mengerti si kecil.

Bayi Lambat Bicara

Bayi Lambat Bicara

Sebagai panduan dasar, berikut ciri-ciri anak terlambat bicara.

Usia 12 bulan:

  • Tidak bisa mengucapkan ‘mama’ atau ‘papa’.
  • Tidak bisa mengerti dan merespon kata-kata, seperti ‘tidak’ dan ‘bye-bye’.
  • Tidak menunjuk pada hal-hal yang menarik, seperti burung, kucing, atau pesawat terbang.
  • Belum mengucapkan satu kata pun.
  • Tidak menggunakan gerak tubuh, seperti melambaikan tangan, menunjuk, atau menggoyangkan kepala.

Usia 18 bulan:

  • Tidak merespon setidaknya salah satu organ tubuh yang ditanyakan.
  • Tidak berusaha berkomunikasi saat mereka membutuhkan sesuatu yang diinginkan.
  • Tidak mengucapkan setidaknya 6 kata.

Usia 19-24 bulan:

  • Tidak mengalami perkembangan kosakata yang cepat. Umumnya, 1 kata baru setiap minggunya.

Usia 24-30 bulan:

  • Tidak merespon terhadap arahan sederhana Anda.
  • Tidak meniru gerakan atau kata orang lain.
  • Sulit menggabungkan dua kata sekaligus.
  • Tidak bisa menunjukkan gambar yang benar di buku.
  • Tidak menggunakan 2-4 kata pada kalimat sederhana.
  • Tidak bisa menyebutkan beberapa bagian tubuh.
  • Tidak bisa bertanya pertanyaan sederhana.
  • Ucapan si kecil tidak bisa dimengerti oleh semua orang.

Usia 3 tahun:

  • Tidak mengerti instruksi pendek dari Anda.
  • Tidak miliki ketertarikan untuk berinteraksi dengan anak lain.
  • Cara bicara tidak jelas.
  • Suaranya sering kali terdengar gagap dan kurang jelas.

Instagram Baju Menyusui Azzafran

WAREHOUSE & OFFICES

Jln. Ke Warujayeng No 2 Pojok Lampu Merah Baron
Desa Wates
Kecamatan Baron
Kabupaten Nganjuk , Kode Post 6
Jawa Timur – Indonesia
Telp: (0358) 7702-157
Hp | WA. 081217580490 atau 081234228808
Website : http://www.azzafran.com
Email : Azzafranformommy@gmail.com

Google Map

Pengunjung

Flag Counter
error: Content is protected !!