MPASI Diberikan Pada Bayi Berusia 6 Bulan

Bagikan Info ini ke temanmu

MPASI Diberikan PADA Bayi Berusia 6 Bulan

pada enam bulan pertama hidupnya bayi sebaiknya hanya mengonsumsi ASI ( air susu ibu ) , dia dapat mengonsumsi makanan pendamping ASI ( air susu ibu )atau disebut MPASI setelh berumur enam bulan ke atas . Namun perlu di cermati dan berhati hati dalam pemberian MPASI kepada bayi

jangan asal memberi makan kepada bayi kana keBanyak orang memberikan makanan padat pada bayi bahkan saat bayi masih berusia kurang dari empat bulan. Padahal sebaiknya makanan padat mulai diberikan saat usia bayi telah mencapai enam bulan aau lebih . Pada usia setengah tahun ke atas, makanan berperan sebagai pendamping ASI ( air susu ibu ) atau disebut MPASI.

Apa Saja Tanda-tanda bahwa Bayi Sudah Siap Makan?

Sebaiknya hindari memberikan makanan padat atau minuman selain ASI sebelum bayi berusia enam bulan. Pada usia ini, bayi lebih berisiko mengalami alergi, terutama pada makanan seperti kacang, telur, ikan, susu sapi, keju, maupun makanan yang mengandung gluten seperti roti.

Kapan bayi siap diperkenalkan kepada makanan? Pertumbuhan tiap bayi memang unik sehingga tidak dapat dibandingkan antara satu sama lain, namun terdapat ciri-ciri umum yang menunjukkan bahwa bayi telah siap mengonsumsi MPASI. Bayi Anda mungkin memiliki satu atau dua tanda-tanda berikut ini ketika berusia enam bulan:

Dia dapat duduk sendiri tanpa bantuan dengan kepalanya telah tersangga oleh tubuh dengan baik. Dia mulai bisa meraih makanan dan memasukkan ke mulut karena telah ada koordinasi antara mata, mulut, serta tangannya.
Dia dapat menelan makanan. Jika tidak, dia akan mengeluarkan makanan itu kembali ke luar dari mulut.

Bayi Anda tertarik pada makanan yang sedang Anda konsumsi.
Namun ada kalanya orang tua terburu-buru dalam memberikan makanan pada bayi yang dikira menunjukkan tanda-tanda siap makan. Padahal suatu tanda dari bayi belum tentu dapat menjadi petunjuk bahwa dia lapar dan siap makan, misalnya hanya karena bayi sudah bisa memasukkan jarinya ke mulut atau ingin minum ASI lebih banyak dibandingkan biasanya.

MPASI Pada Bayi 6 Bulan

MPASI Pada Bayi 6 Bulan

Membiasakan Bayi dengan MPASI

Meski sama-sama mengonsumsi makanan padat seperti orang dewasa, namun pemberian makanan pada bayi harus dilakukan secara berbeda. Berikut ini dapat menjadi panduan dalam memberikan MPASI kepada bayi.

Untuk memperkenalkan bayi pada makanan padat, awali dengan memberikan sebanyak beberapa sendok teh makanan, sehari sekali. Cobalah untuk memberikan jenis makanan berbeda tiap hari.
Pengenalan makanan pada bayi pasti memerlukan waktu dan kesabaran. Hindari memaksakan bayi untuk mengonsumsi makanannya. Ingat bahwa jika dia memang belum tertarik pada saat ini, bukan berarti dia tidak akan tertarik untuk makan. Cobalah untuk menawarkan MPASI kembali keesokan harinya.

Untuk mengantisipasi agar bayi tidak tersedak saat mengunyah dan menelan makanan, hindari meninggalkannya seorang diri.
Jika dia ingin, biarkan bayi mengambil dan memasukkan makanan sendiri ke dalam mulutnya.

Ajak si Kecil makan bersama-sama bersama keluarga di meja makan. Balita cenderung untuk meniru yang dilakukan orang tua dan orang-orang di sekitarnya, sehingga nantinya dia akan mencoba mulai makan dengan tertib. Tempatkan bayi pada kursi makan khusus bayi dan kencangkan sabuk pengamannya jika ada.

Cobalah untuk merasakan dulu makanan yang akan disuapkan kepada si Kecil, terutama makanan panas, namun sebaiknya hindari meniupnya. Cukup didekatkan pada bibir dan dikipas jika memang terlalu panas.
Bersiaplah dengan kondisi saat makan karena bayi Anda akan antusias untuk mengaduk-aduk dan mengacaukannya. Selalu ingat bahwa situasi ini juga penting buat suasana makan menjadi menarik dan menyenangkan, misalnya dengan diiringi alunan musik atau menggunakan perlengkapan makan berwarna cerah.

Hindari menambahkanMSG atau penambah cita rasa, gula, maupun garam ke dalam makanannya. Semua bahan tambahan yang diberikan terlalu dini dapat berisiko kepada perkembangan dan membuat mereka menginginkan kadar yang lebih tinggi ketika berusia lebih dewasa.
Sebaiknya gunakan perlengkapan makan yang tidak terbuat dari kaca sehingga tidak berisiko pecah dan melukai bayi.

Bayi tidak harus selalu makan tiga kali sehari. Lebih baik untuk makan dalam porsi kecil, tapi lebih sering dibandingkan jika dalam porsi banyak, tapi hanya sesekali. Bagi perkembangannya. Anda bisa menyiapkan alas plastik untuk melapisi meja dan lantai di sekitar tempatnya makan.
Pakaikan celemek pada lehernya untuk mengantisipasi makanan yang tumpah dari sendok atau mulut.

Pada usia ini hindari menyuapinya saat dia sedang duduk di kursi goyang untuk mengurangi risiko tersedak. Kebiasaan dan pola makan anak bermula dari masa pertamanya mengonsumsi makanan. Berikan beragam jenis makanan sehat dan alami sehingga anak mendapat sebanyak mungkin manfaat sayur dan buah serta terbiasa menyantapnya.

Yang Perlu Diperhatikan Ketika Memberikan Makanan untuk Bayi  

Sebaiknya perhatikan beberapa Dalam memilih makanan hal yang sebaiknya tidak diberikan pada bayi di bawah usia setahun:

Hindari memberikan biji-bijian dan makanan kecil yang berisiko menyebabkan tersedak sepertipopcorn, kacang, permen.
Terlalu banyak jus dapat menyebabkan bayi mengalami diare. Jus juga memiliki kandungan serat dan nutrisi yang lebih rendah dibanding buah yang dipotong atau dihaluskan. Jika terlalu lama berada dalam mulut, jus juga dapat menyebabkan lubang pada gigi.

Hindari memberikan susu sapi danmadu pada bayi di bawah 1 tahun. Susu sapi tidak sesuai dengan kebutuhan nutrisi bayi dan justru dapat meningkatkan risiko kekurangan zat besi. Sementara madu dapat menimbulkan botulisme.

Hindari memberikanmakanan cepat saji dan makanan kemasan pada bayi, termasuk bubur bayi yang banyak dijual di supermarket dalam bentuk bubuk. Jauh lebih baik untuk mengolah masakan sendiri dengan bahan segar tanpa tambahan pengawet dan bahan lain. Olahan makanan ini dapat disimpan dalam wadah-wadah sesuai porsi di lemari pendingin untuk kemudian dipanaskan saat akan dikonsumsi.

Seiring dengan konsumsi makanan, bayi menjadi lebih sedikit mengonsumsi ASI. Sekitar usia enam bulan, bayi umumnya mengonsumsi 800 mililiter susu. Namun pada usia satu tahun, konsumsi susunya turun menjadi sekitar  600 mililiter. Kebutuhan nutrisi selebihnya didapatkan dari makanan. Namun jangan berhenti memberikan ASI karena dia masih membutuhkannya hingga setidaknya usia dua tahun.

Beda Usia, Maka Beda Cara Makan dan Jenis Makanannya

Cara pemberian dan jenis MPASI pada tiap kelompok usia berbeda. Berikut ini beberapa hal yang dapat menjadi patokan.

MPASI pada bayi 6 bulan

Apa yang sebaiknya diberikan sebagai makanan pendamping ASI? Sayur dan buah yang dihaluskan, seperti kentang, apel, pisang, avokad, atau melon. Anda juga dapat memberikan bubur atau nasi yang dihaluskan. Semua diberikan di samping pemberian ASI. Jika bayi sudah terbiasa dengan buah dan sayur, Anda dapat memberikan jenis makanan lain yang dihaluskan, misalnya daging ayam, ikan, roti, atau telur.

Anda dapat mencoba memperkenalkan cangkir khusus balita kepada anak untuk minum air. Pada cangkir tersebut biasanya terdapat corong kecil pada salah satu sisinya agar bayi dapat belajar menyesap. Sebaiknya botol tidak digunakan agar bayi tidak lupa kepada bentuk puting (menolak menyusu pada payudara ibunya dan lebih memilih minum dari botol) ketika menyusu.

MPASI pada usia bayi mulai 8–9 bulan

Umumnya pada masa ini, lama-kelamaan bayi akan mulai makan tiga kali sehari. Selain makanan yang dihaluskan, saat ini Anda bisa memperkenalkan makanan yang dipotong-potong halus atau memanjang satu-persatu dengan panjang menyerupai jari (finger foods). Sayuran yang biasa dijadikan finger foodsyaitu wortel, buncis, dan kentang. Pastikan bayi Anda mengonsumsi berbagai jenis kelompok makanan mulai dari sayur dan buah, nasi, hingga makanan berprotein tinggi seperti ikan, telur, dan kacang. Di samping itu, tetap berikan ASI kapan saja bayi mau.

MPASI pada usia bayi mulai 12 bulan

Berikut ini adalah menu bisa diberikan saat bayi mencapai usia 1 tahun :

  • 2 porsi ikan, telur, atau daging.
  • 3-4 porsi sayur dan buah potong.
  • 3-4 porsi nasi, kentang, atau roti.

Hal penting dalam pemberian MPASI adalah menghindari memaksakan bayi menghabiskan makanannya. Selama perkembangannya baik, Anda tidak perlu khawatir dia kekurangan makanan. Pada usia ini, bayi akan makan jika dia lapar, bukan karena faktor kesenangan. Biarkan anak menentukan sendiri kapan dia ingin makan. Selain itu, periksakan kepada dokter jika bayi Anda mengalami gejala alergi setelah mengonsumsi makanan tertentu.

Cara Makan dan Jenis Makanannya

Cara Makan dan Jenis Makanannya

Mengenalkan MPASI Setelah Bayi Berusia 6 Bulan

Anda mulai bisa memperkenalkan MPASI (Makanan Pendamping Air Susu Ibu) kepada bayi Anda setelah ia berusia 6 bulan. Hingga usianya 6 bulan, asupan terbaik untuknya adalah ASI Eksklusif.

Ketika bayi sudah siap menerima MPASI, biasanya ia akan memberikan “sinyal”, alias tanda-tanda, diantaranya:

Kekuatan kepala: ia sudah bisa menahan kepalanya dalam posisi tegak dengan stabil.
Pada sebagian bayi, seringkali mereka akan terlihat “kelaparan”, walaupun sudah 8-10 minum ASI/Sufor dalam sehari.
Untuk bisa menyimpan makanan dalam mulutnya untuk kemudian ditelan, bayi harus mulai berhenti menggunakan lidahnya untuk mendorong makanan keluar dari mulutnya.
Duduk dengan baik sambil bersandar: untuk bisa menelan dengan baik, tentu saja bayi harus sudah bisaduduk dengan tegak, walaupun dengan bersandar. Mulai tertarik dengan makanan Anda

Hal yang perlu diperhatikan dalam pengenalan MPASI adalah sebagai  berikut:

Pemberian MPASI dilakukan di sela-sela pemberian ASI dan dilakukan secara bertahap pula. Misalnya untuk pertama 1 kali dalam sehari, kemudian meningkat menjadi 3 kali dalam sehari.
Tepung beras sangat baik digunakan sebagai bahan MPASI karena sangat kecil kemungkinannya menyebabkan alergi pada bayi. Tepung beras yang baik adalah yang berasal dari beras pecah kulit yang lebih banyak kandungan gizinya.

Pengenalan sayuran sebaiknya didahulukan daripada pengenalan buah, karena rasa buah yang lebih manis lebih disukai bayi, sehingga jika buah dikenalkan terlebih dahulu, dikhawatirkan akan ada kecenderungan bayi untuk menolak sayur yang rasanya lebih hambar.

Sayur dan buah yang dikenalkan pun hendaknya dipilih yang mempunyai rasa manis. MPASI diberikan sedikit demi sedikit, misalnya 2 -3 sendok pada saat pertama, dan jumlahnya bisa ditambah seiring perkembangan bayi, agar terbiasa dengan teksturnya.

Untuk menambah cita rasa, MPASI bisa menggunakan kaldu ayam, sapi, atau ikan yang Anda buat sendiri, serta bisa juga disertakan berbagai bumbu seperti daun salam, daun bawang, seledri.
Madu sebaiknya diberikan pada bayi usia lebih dari 1 tahun karena madu seringkali mengandung suatu jenis bakteri yang bisa menghasilkan racun pada saluran cerna bayi yang dikenal sebagai toksin botulinnum (infant botulism).

Pengolahan MPASI harus higienis dan alat yang digunakan juga diperhatikan kebersihannya.
Jangan terlalu banyak mencampur banyak jenis makanan pada awal pemberian MPASI, namun cukup satu per satu saja. Berikan dulu dalam 2-4 hari untuk mengetahui reaksi bayi terhadap setiap makanan yang diberikan, untuk mengetahui jika ia memiliki alergi terhadap makanan tertentu.

Hindari penggunaan garam dan gula. Utamakan memberikan MPASI dengan rasa asli makanan, karena bayi usia 6-7 bulan, fungsi ginjalnya belum sempurna. Untuk selanjutnya, gula dan garam bisa ditambahkan tetapi tetap dalam jumlah yang sedikit saja. Sedangkan untuk merica bisa ditambahkan setelah anak berusia 2 tahun.

Perhatikan bahan makanan yang sering menjadi pemicu alergi seperti telur, kacang, ikan, susu dan gandum. Telur bisa diberikan kepada bayi sejak umur 6 bulan, tetapi pemberiannya bagian kuning terlebih dahulu, karena bagian putih telur dapat memicu reaksi alergi.

Tahapan pengenalan MPASI:

Mulai usia 6 bulan

Tekstur makanan : semi cair.

Mulailah dengan makanan lunak seperti biskuit yang diencerkan pakai air atau susu. Kenalkan pula bubur susu dalam jumlah sedikit demi sedikit. Bubur susu sebaiknya dibuat sendiri dari tepung beras yang dicampur dengan ASI atau susu formula. Untuk pengenalan rasa, selingi dengan tepung beras merah, kacang hijau, atau labu kuning.

Mulai pemberian sayuran yang dijus, kemudian buah yang dhaluskan atau di jus. Sayur dan buah yang disarankan yaitu: zicchini, pisang, pir, alpukat, jeruk.

Pemberian ASI atau susu formula di selang seling waktu makan utama.Untuk kebutuhan susu/cairan dihitung dari kebutuhan cairan per usia dan berat badan bayi. Kebutuhan cairan pada usia bayi trimester pertama sekitar 150cc/hari/berat badan.Trimester kedua sebesar 125cc/kg BB/hr dan trimester ketiga 110 cc/kg BB/hr.Contoh usia 12 bulan bb 10 kg, kebutuhan cairan sebesar 110 cc x 10 kg = 1.100 cc

Mulai usia 7 bulan

Perkenalkan dengan tekstur yang lebih kasar (semi padat) yaitu bubur tim saring. Coba terus seandainya bayi menolak atau muntah karena tahapan ini harus dilaluinya. Jika tidak nanti bayi akan malas mengunyah. Perhatikan asupan zat besi seperti hati sapi karena di usia ini cadangan zat besi bayi mulai berkurang.

Setelah secara bertahap pemberian tim saring, bayi bisa dikenalkan dengan nasi tim tanpa disaring. Jenis sayur dan buah yang disarankan: timun suri bayam, sawi, bit, lobak asparagus, wortel, , kol, mangga, blewah, , peach.
Bisa juga ditambahkan hati ayam/sapi tahu, tempe ayam, sapi,

Mulai usia 9 bulan

Mulai dikenalkan dengan bubur beras atau nasi lembek, lauk pauk dengan sayuran seperti sup. Pada usia lebih dari 1 tahun, anak sudah bisa mengkonsumsi makanan keluarga.

Tahapan pengenalan MPASI

Tahapan pengenalan MPASI

Memulai Makanan Padat (MPASI)

sebagian besar ikatan dokter anak di seluruh dunia merekomendasikan pemberian ASI (air susu ibu ) eksklusif sampai dengan enam bulan. Banyak tenaga kesehatan yang menyarankan pemberian makanan padat sejak usia empat bulan; banyak juga yang sekarang mengatakan jangan memberikan makanan padat sebelum usia enam bulan.

Bagaimanapun, kebanyakan bayi baik-baik saja dengan pemberian ASI eksklusif hingga usia enam bulan atau bahkan sedikit lebih lama. Sebaiknya Anda mulai memberikan makanan padat saat bayi menunjukkan tanda-tanda siap untuk makanan makanan padat, bukan berdasarkan kalender. Berikut pembahasannya.

Mengapa Memberikan Makanan Padat?

Bayi yang baru memulai makan makanan padat pada usia tertentu (9-12 bulan) mungkin akan memiliki kesulitan menerima makanan padat.
Akan tiba masanya air susu ibu atau sering di sebut sebagai ASI tidak lagi memasok semua kebutuhan gizi bayi (bukan berarti bahwa tidak ada nilai gizi dalam ASI ( air susu ibu ) setelah bayi berusia enam bulan sebagaimana pendapat awam).

Bayi cukup bulan akan mulai membutuhkan zat besi dari sumber lain pada usia 6 sampai 9 bulan. Beberapa bayi usia 8 sampai 9 bulan mungkin tidak lagi mendapat kalori cukup dari ASI, meskipun ada juga yang dapat terus tumbuh dengan baik hanya dengan ASI hingga usia satu tahun. Apabila bayi telah menunjukkan kesiapannya, tidak ada alasan untuk menunda pengenalan makanan padat. Berikut penjelasan mengenai isyarat bayi siap untuk makan.

Karena mulai makan makanan padat merupakan salah satu tahap perkembangan yang anak lewati. Dia tumbuh. Biasanya, ia akan menginginkan makan makanan padat sama seperti Anda. Dia siap bergabung dengan seluruh keluarga dalam kegiatan ini. Mengapa harus dihalangi?

Kapan Mulai Memberikan Makanan Padat

Waktu terbaik untuk memulai makanan padatadalah ketika bayi menunjukkan minatnya. Beberapa bayi sangat tertarik dengan makanan orang tua mereka sejak usia empat bulan. Pada usia lima atau enam bulan kebanyakan bayi akan meraih dan mencoba mengambil makanan di piring orang tua mereka.

Pada saat bayi mulai meraih, mengambil dan mencoba memasukkan makanan ke dalam mulutnya, mungkin memang tiba waktunya untuk mulai membiarkan dia makan. Tidak ada alasan untuk mulai padatanggal tertentu (empat bulan atau enam bulan). Ikuti saja isyarat si bayi.

Dalam beberapa kasus, mungkin lebih baik untuk memulai makanan lebih awal. Bayi tampak lapar atau kenaikan berat badan tidak baik, bisa menjadi salah satu alasan untuk memulai makanan padat pada usia dini misalnya tiga bulan. Bagaimanapun, jika semua (kegiatan menyusui-red) berjalan lancar hal tersebut tidak dianjurkan (lihat di atas).

Tapi, sangat mungkin, dengan bantuan, untuk menyusui saja tanpa perlu tambahan makanan padat, dan sangat memungkinkan mengejar kebutuhan agar bayi tidak merasa lapar terus dan/atau yang sedang tumbuh cepat. Lihat lembar informasi Protokol untuk Mengatur Asupan ASI (air susu ibu ).

Lihat juga lembar informasi Penambahan Berat Badan Lambat Setelah Penambahan Berat Badan Awal Pesat tentang masalah penurunan pasokan ASI yag yang lebih dikenal air susu ibu  dan hal-hal yang dapat dilakukan untuk meningkatkannya. Lihat videonya di nbci.ca agar Anda bisa menggunakan Protokolnya dengan lebih baik. Apabila semua teknik yang digunakan di klinik, yang seharusnya meningkatkan asupan ASI atau air susu ibu  bagi bayi tidak dapat membantu, mungkin memang perlu menambahkan makanan padat.

Perlu diingat bahwa meningkatkan asupan bayi saat menyusui adalah langkah pertama dan langkah terbaik. Pemberikan susu buatan (formula) tidak ada keuntungannya sama sekali bahkan menunjukkan beberapa kelemahan, terutama jika diberikan melalui botol. Bayi yang tidak puas dengan menyusu langsung akan mulai meminta lebih dan lebih dari botol, dan berakhir dengan menolak payudara sepenuhnya.

Bayi ASI akan mencerna makanan padat lebih baik dan lebih cepat dibandung bayi yang diberi makanan buatan karena ASI mengandung enzim yang membantu mencerna lemak, protein, dan pati. Bayi ASI juga mencecap bermacam rasa dalam kehidupan mereka melalui ASI, karena rasa aneka makanan yang ibu konsumsi akan masuk ke dalam ASI. Dengan demikian bayi yang mendapat ASI lebih mudah menerima makanan padat daripada bayi yang  diberi makanan buatan (formula). ASI itu menakjubkan, bukan?

Bagaimana Mengenalkan Makanan Padat?

Ada sedikit perbedaan dalam mengenalkan jenis makanan atau urutan pemberiannya ketika bayi mulai makan makanan padat sekitar usia enam bulan. Alangkah bijaksana menghindari makanan yang sangat berbumbu atau sering menimbulkan alergi (misalnya putih telur dan stroberi) pada awal pemberian MPASI.

Selalu pastikan suhu makanan tidak terlalu panas lalu biarkan ia memegangnya. Tidak ada urutan tertentu dan tidak perlu memberikan hanya satu jenis makanan  untuk jangka waktu tertentu. Beberapa bayi ASI eksklusif usia 6 bulan atau lebih tidak menyukai MPASI instan.

Tidak perlu khawatir apalagi memaksa jika bayi menolaknya karena memang tidak penting. Lebih baik tawarkan bayi Anda makanan yang menarik baginya. Biarkan bayi menikmati makanan awalnya dan jangan khawatir mengenai jumlah yang ia makan saat itu. Sebagian besar mungkin akan berakhir di rambutnya atau di lantai.

Bagi bayi usia enam bulan atau lebih bisa diberikan makanan yang dihaluskan dengan garpu. Anda juga tidak perlu khawatir berlebihan  mengenai jumlah asupannya. Mengapa membatasi bayi dengan satu sendok makan jika ia ingin lebih? Jangan membuang uang Anda pada makanan instan bayi.

Lakukan dengan santai, beri makan bayi pada waktu makan Anda, dan saat ia menjadi pemakan makanan padat yang lebih baik, tawarkan berbagai jenis makanan pada satu waktu. Sekitar usia delapan bulan bayi lebih menampilkan kemandiriannya. Dia mungkin tidakmau disuapi. Bayi akan berusaha mengambil sendok dari tangan Anda dan memasukkannya sendiri ke dalam mulut. Hormati usahanya dan dorong terus keinginannya untuk belajar.

tentang cara memasukkan zat besi ke dalam menu makan bayi.
Tidak ada alasan untuk memperkenalkan sayuran sebelum buah. ASI jauh lebih manis daripada buah, sehingga tidak perlu mempercayai anggapan bayi akan makan sayuran lebih baik dengan menunda pengenalan buah.
Hormati kesukaan dan ketidaksukaan bayi Anda. Tidak ada makanan yang lebih penting dari yang lain (kecuali ASI). Bila menurut Anda makanan tersebut penting baginya, tunggu beberapa minggu ke depan lalu coba tawarkan kembali.

Cara termudah untuk mendapatkan tambahan zat besi bagi bayi usia lima atau enam bulan adalah dengan memberinya daging. Sereal bayi memang mengandung zat besi tetapi sulit untuk dicerna dan dapat menyebabkan sembelit. Jika Anda menginginkan bayi Anda menjadi vegetarian, sebaiknya tanyakan ahli gizi anak yang berpengalaman
Bagaimana Jika Makanan Padat Dimulai pada Usia Tiga Bulan?

Alangkah bijaksana untuk mulai secara lebih perlahan pada usia ini. Mulai dengan alpukat matang atau makanan yang mudah dihaluskan seperti pisang atau sereal buatan sendiri. Kadang bayi dapat makan lebih baik dari jari Anda (atau jarinya!) dibanding dari sendok. Ketika bayi sudah dapat menerima makanan padat, jumlah dan jenis makanan dapat ditingkatkan sesuai keinginan bayi.

Oh ya, mengapa Anda mulai memberikan makanan padat pada usia tiga bulan? Banyak nenek yang menginginkan bayi mulai makan “makanan sungguhan”, sebaiknya jangan jika tidak ada alasan yang baik untuk mulai sejak 3 bulan. (Alasan yang paling umum untuk memulai lebih awal dari usia lima atau enam bulan adalah penambahan berat badan yang kurang yang tidak diperbaiki dengan pelekatan yang baik, melakukan tekanan pada payudara, menyusui dengan berganti-ganti payudara, penggunaan domperidone).

Bagaimana Mengenalkan Makanan Padat Pada Bayi

Bagaimana Mengenalkan Makanan Padat Pada Bayi

Bagaimana Jika Saya Sudah Memberikan Tambahan Susu Formula?

Memulai pemberian MPASI dini adalah cara untuk mencegah pemberian formula dengan botol. Formula dapat ditambahkan ke makanan padat sehingga bayi mendapat kalori ekstra (dari formula) dengan sendok bukan dengan botol.

Memberikan ASI atau MPASI terlebih dahulu?

Ketika seorang anak mulai makanan padat ada kekhawatiran tentang memberikan air susu ibu  atau MPASI terlebih dahulu. Jika menyusui dan pengenalan makanan padat sama-sama berjalan dengan  baik, hal ini tidak menjadi masalah. Pada kenyataanya memang tidak ada alasan bayi harus mendapat ASI MPASI setiap kali makan.

Instagram Baju Menyusui Azzafran

WAREHOUSE & OFFICES

Jln. Ke Warujayeng No 2 Pojok Lampu Merah Baron
Desa Wates
Kecamatan Baron
Kabupaten Nganjuk , Kode Post 6
Jawa Timur – Indonesia
Telp: (0358) 7702-157
Hp | WA. 081217580490 atau 081234228808
Website : http://www.azzafran.com
Email : Azzafranformommy@gmail.com

Google Map

Pengunjung

Flag Counter
error: Content is protected !!