Penyebab Sesak Nafas Pada Bayi Dan Cara Penyebuhannya

Bagikan Info ini ke temanmu

Penyebab Sesak Nafas Pada Bayi Dan Cara Penyebuhannya

Sesak napas  adalah kondisi  sulit  bernafas yang bisa  terjadi pada orang dewasa,  anak-anak maupun pada bayi. Sesak nafas  adalah gejala dari berbagai penyakit yang berbeda dan mungkin bisa menjadi  akut atau kronis.  Kesulitan bernafas tersebut merupakan  hasil dari kombinasi impuls  yang diteruskan ke otak dari ujung saraf di paru-paru, tulang rusuk, otot dada, atau diafragma kemudian  dikombinasikan dengan persepsi pasien dan interpretasi.

Dalam beberapa kasus, orang yang mengalami sesak napas diintensifkan oleh kecemasan  sebagai  penyebabnya. Lalu bagaimana dengan sesak nafas yang dialami oleh bayi, apakah   penyebabnya juga sama dengan sesak nafas yang dialami oleh orang dewasa?

Anak-anak  dan bayi bisa mengalami batuk berulang, mengi, sesak napas  yang  sangat mengganggu. Balita  atau bahkan bayi yang mengalami sesak nafas sering memiliki stamina kurang baik. Kadang-kadang bayi mengalami sakit dada  atau tidak bisa bernafas. Sesak nafas  memiliki berbagai penyebab dan tidak jarang  bisa disebabkan oleh dua atau lebih penyebab yang berbeda pada bayi. Banyak bayi yang  mengalami sesak nafas karena virus  dan   mereka akan berhenti  mengalami sesak nafas saat mereka tumbuh dewasa.

Jika bayi Anda memiliki eksim, alergi atau jika ada anggota keluarga merokok di rumah atau riwayat keluarga  yang mengalami  sesak nafas, ada kemungkinan besar bahwa gejala sesak nafas  pada bayi Anda dipengaruhi hal tersebut.

Sesak Nafas Pada Bayi

Sesak Nafas Pada Bayi

Penyebab sesak nafas  pada bayi

Ada banyak hal di lingkungan  sekitar yang bisa memicu sesak nafas pada bayi Anda. Pemicu ini bervariasi tapi yang umum termasuk udara dingin, hal-hal yang menyebabkan alergi seperti debu, jamur, bulu binatang atau kotoran kecoa, dan beberapa jenis infeksi virus.

Ketika saluran udara bersentuhan dengan alergen, jaringan di dalam bronkus dan bronkiolus menjadi meradang, pada saat yang sama, otot-otot di bagian luar saluran udara mengalami penyempitan dan hal ini menyebabkan sesak nafas. Sebuah cairan kental  yang  memasuki saluran udara, hal ini bisa menyebabkan bengkak sehingga bayi mengalami  kesulitan bernapas dan pernapasan terhambat.

Salah satu penyebab paling umum dari gejala sesak nafas pada bayi dan anak-anak  berusia lima tahun adalah virus pernafasan. Meskipun  orang dewasa dan anak-anak mengalami infeksi saluran pernafasan, anak-anak  dan bayi memiliki  risiko lebih besar dengan infeksi virus pernafasan ini. Setidaknya setengah dari anak-anak dan bayi dengan  sesak nafas  menunjukkan beberapa tanda-tanda sebelum usia lima tahun. Virus adalah penyebab paling umum dari sesak  nafas  akut pada bayi berusia enam bulan  atau kurang dari enam bulan.

penyebab Sesak Nafas Pada Bayi

penyebab Sesak Nafas Pada Bayi

Gejala sesak nafas pada bayi

Gejala sesak nafas pada  bayi  sama seperti pada orang dewasa, gejala asma bayi dapat bervariasi. Pada  sesak nafas bayi, bayi mungkin memiliki semua gejala klasik atau hanya salah satu dari gejala-gejala yang disebutkan dibawah ini.  Selain itu, makan makanan  yang tidak sehat,  berkeringat atau muncul  hal yang tidak nyaman  hal  ini juga bisa menjadi gejala asma bayi. Gejala sesak nafas  pada bayi diantaranya adalah mengi,  dada sesak, sering batu dan  bayi susah bernafas.

Diagnosis

Mendiagnosis   sesak nafas pada bayi sebelum pengobatan adalah hal yang tepat. Kadang penyebab sesak nafas sulit  ditemukan karena dua atau lebih penyebab mungkin ada dalam bayi Anda. Bayi mungkin perlu perhatian ekstra selama proses diagnostik karena gejala sesak nafas  bisa disebabkan oleh banyak hal dalam kelompok usia ini, beberapa di antaranya membutuhkan terapi yang sangat berbeda.

Ketika bayi memiliki gejala sesak nafas, kadang-kadang  hal ini  disebut dengan penyakit saluran napas reaktif.  Dua pemicu paling umum sesak nafas pada bayi  adalah demam dan alergi, alergi menjadi sangat  umum terjadi pada bayi.

Dokter akan memeriksa dada bayi Anda  untuk menentukan laju dan kedalaman pernapasan, upaya yang diperlukan, kondisi otot pernapasan  dan bukti kelainan dada  pada bayi. Jika  bayi Anda mengalami demam, dokter akan mencari tanda-tanda lain dari sesak nafas tersebut. Dokter akan memeriksa fungsi jantung bayi Anda, termasuk tekanan darah, denyut nadi, dan adanya suara jantung  yang tidak normal lainnya. Jika dokter mencurigai gumpalan darah di salah satu pembuluh darah besar yang mengarah ke jantung, ia akan memeriksa kaki  bayi Anda   apakan ada tanda-tanda pembengkakan.

Selain hal di atas, elektrokardiogram (EKG)   juga bisa digunakan untuk membantu dokter dalam  mendoagnosis kelainan dinding dada, juga untuk menentukan posisi diafragma, tulang rusuk kemungkinan patah tulang  atau kecukupan pasokan darah ke otot jantung. Dokter akan melakukan tes darah  jika diperlukan untuk mengetahui pengobatan terbaik  sesak nafas bayi Anda.

Pengobatan terbaik untuk sesak nafas  pada bayi

Mengetahui penyebab sesak nafas  adalah  pengobatan terbaik untuk bayi Anda. Anda, keluarga dan  dokter dapat bekerja sama untuk mencegah dan  atau mengontrol sesak nafas pada bayi.  Pengobatan sesak nafas kronis pada bayi  tergantung pada  penyebab  yang mendasarinya. Sesak nafas  sering  diobati dengan kombinasi obat untuk mengurangi kejang saluran napas dan membuat bayi menjadi lebih nyaman.

Bayi Anda membutuhkan obat, perubahan gaya hidup, dan rehabilitasi  agar sembuh total dari sesak nafasnya. Gangguan kecemasan biasanya diobati dengan kombinasi obat-obatan dan psikoterapi.  Beberapa obat-obatan memang bisa membuat Anda bingung,  bayi  Anda mungkin akan memuntahkan obat yang Anda berikan  untuk mengurangi  sesak nafas. Butuh kesabaran ekstra   agar bayi Anda mau  minum obat yang Anda berikan.

Selain hal diatas, untuk mengatasi sesak nafas pada bayi, Anda  juga bisa memilih  terapi sebagai pengobatan akternatif. Terapi alternatif yang tepat untuk sesak napas tergantung pada penyebab yang mendasari kondisi  bayi Anda.  Ketika bayi mengalami  sesak nafas  akut dan parah, terapi oksigen digunakan  di ruang gawat darurat.

Untuk sesak napas  Terapi bisa megurangi  sesak nafas pada bayi Anda,  efek positif yang bisa Anda dapatkan dari terapi ini  adalah bayi tidak menkonsumsi obat yang bisa membuatnya muntah.  Perawatan yang tepat  terhadap sesak nafas  pada bayi dapat membuat bayi  merasa lebih baik. Dengan mengunjungi   dokter, Anda  akan mendapatkan diagnosis yang akurat, rencana pengobatan yang tepat untuk bayi Anda  dan informasi pendidikan untuk membantu  mengelola  sesak nafas pada bayi Anda.

 

12 Penyebab Dada Sesak Nafas

Dada yang adalah suatu penyebab utama dimana hal ini akan membuat nafas menjadi terengah-engah dan sesak. Dalam bahasa ilmiah hal ini biasa di sebt asfiksia, yaitu kemampuan seseorang yang hanya bisa bernafas dengan keadaan yang tidak normal, yang nantinya jika sudah kelewat batas maka akan menimbulkan mati lemas.

Asfiksia atau sesak napas dapat disebabkan oleh kurangnya pasokan oksigen ke tubuh. jika hal tersebut terus saja di biarkan dan tidak segera di tangani, maka hal ini akan berakibat fatal bahkan sampai menyebabkan kematian. Sesak pada dada memiliki banyak penyebab yang berbeda, dimana sebagian besar penyebab merupakan hal yang disengaja.

 

Beberapa gejala yang menandai dada sesak antara lain adalah :

  • Kesulitan saat bernapas
  • Denyut nadi menjadi cepat
  • Mengalami tekanan darah tinggi
  • Sianosis
  • Timbul kejang
  • Terjadi kelumpuhan
  • Mengalami koma
  • Dapat mengalami kematian

Adapun penyebab sesak dada antara lain adalah :

  1. Tersedak

Salah satu alasan yang paling umum penyebab dada sesak napas adalah tersedak. Benjolan makanan yang menghalangi saluran udara membuat pasokan oksigen ke dalam tubuh menjadi berkurang, yang pada akhirnya akan mengakibatkan sesak di dada. Bantuan yang dapat diberikan untuk mengatasi hal ini adalah melalui teknik seperti manuver Heimlich.

Adapun beberapa kondisi yang dapat menyebabkan tersedak antara lain adanya benda asing yang terhirup, anafilaksis, terjadi pembengkakakan pada laring, Laryngo-trakeitis, pneumotoraks, paru-paru runtuh, emboli paru, epiglotitis, Trakeo-esofagus fistula, tumor laring, tiroid tumor, difteri, difteri paru, tiroid gondok.

  1. Adanya benda-benda asing yang menyumbat saluran nafas

Studi telah menunjukkan bahwa makanan semi padat merupakan salah satu penyebab pada sebagian besar kasus asphyxiations, terutama di kalangan orang tua. Asfiksia yang disebabkan oleh makanan / benda asing pada orang tua ditandai dengan sesak napas yang terjadi secara signifikan.

 

  1. Keracunan karbon monoksida

Keracunan karbon monoksida (CO) dapat terjadi ketika gas karbon monoksida terhirup oleh saluran pernafasan kita. CO merupakan gas yang tidak berwarna, tidak berbau, serta merupakan gas sangat beracun yang dihasilkan oleh pembakaran yang tidak sempurna. Hal ini dapat ditemukan dalam asap knalpot, kompor maupun sistem pemanas yang rusak, kebakaran, maupun bahaya asap rokok.

Gas CO dapat  mengganggu kemampuan darah untuk membawa oksigen ke seluruh tubuh yang mana hasilnya dapat menimbulkan gejala seperti sakit kepala, mual, kejang, dan akhirnya dapat menimbulkan kematian akibat sesak napas.

 

  1. Batuk rejan

Batuk rejan merupakan salah satu jenis penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi bakteri pada saluran pernapasan. Batuk rejan yang juga dikenal sebagai pertusis disebabkan oleh bakteri bernama Bordetella pertussis. Gejala khas dari batuk rejan adalah terjadinya batuk yang disertai dengan suara melengking dan nafas yang terengah-engah. Komplikasi terjadinya batuk rejan bisa sangat serius, bahkan dapat mengancam jiwa, terutama pada bayi. Gangguan pertusis ini dapat dicegah dengan pemberian vaksinasi.

 

  1. Tenggelam

Tenggelam dapat mengakibatkan paru-paru terisi dengan cairan (biasanya air) yang mengakibatkan terhambatnya pasokan oksigen dalam tubuh yang pada akhirnya dapat menjadi penyebab kematian mendadak dalam waktu yang relatif singkat. Pengawasan yang kurang terhadap anak-anak saat berenang merupakan penyumbang utama kematian akibat tenggelam.

 

  1. Tercekik

Asfiksia juga dapat disebabkan oleh hasil dari cekikan, yang bisa disengaja atau tidak disengaja. Cekikan dapat menjadi penyebab dada sesak dan menghambat pasokan oksigen dalam tubuh seseorang serta kompresi saluran nafas, sehingga seringkali menimbulkan kematian.

 

  1. Difteri

Merupakan infeksi saluran pernafasan (ISPA) yang disebabkan oleh bakteri ataupun racun. Gangguan ini biasanya mempengaruhi amandel, tenggorokan, hidung, atau kulit. Adapun beberapa gejala gangguan ini antara lain adalah : sakit tenggorokan, demam ringan, peningkatan denyut nadi, maupun timbulnya amandel.

 

  1. Asma

Asma adalah penyakit kronis yang menyerang berlangsung paru-paru yang ditandai dengan kesulitan bernapas. Gangguan ini bisa terjadi pada usia berapapun, tetapi lebih sering terjadi pada usia anak-anak dan dewasa. Menurut the National Heart Lung and Blood Institute Amerika Serikat menyatakan bahwa lebih dari 6 juta anak-anak dan 22 juta orang dewasa di Amerika Serikat memiliki kondisi asma. Penyebab asma sering kali dikaitkan dengan alergi, dan kebanyakan orang yang mengalami gangguan asma memiliki alergi.

Orang-orang yang paling berisiko untuk mengembangkan asma adalah anak-anak yang sering mengalami pilek atau infeksi pernapasan lainnya, seperti bronkitis. Faktor risiko utama lainnya adalah seseorang yang memiliki eksim, kondisi kulit alergi, faktor keturunan. Gangguan asma juga dapat berkembang dari paparan iritasi bahan kimia seperti polusi udara, paparan asap rokok. Hal-hal tersebut dapat berkontribusi terhadap risiko pengembangan asma atau semakin memburuknya gejala asma.

 

  1. Croup

Merupakan salah satu infeksi saluran pernafasan penyebab dada sesak yang ditandai dengan adanya batuk. Tingkat keparahan gangguan croup sulit untuk dideteksi, meskipun batuk yang terjadi terlihat semakin memburuk. Adapun gejala yang dapat menandai gangguan ini antara lain adalah : demam, batuk, sulit untuk bernafas, mengeluarkan suara saat bernafas.

 

  1. Infeksi luka

Infeksi luka Luka membutuhkan waktu yang lebih lama dalam proses penyembuhannya. Ini dapat ditandai dengan timbulnya nanah yang mengalir dari luka, peningkatan ukuran luka, timbulnya kerak kuning pada luka, pembentukan benjolan pada luka, peningkatan ruam kemerahan di sekitar luka, peningkatan rasa nyeri dan rasa sakit pada luka, pembengkakan pada daerah sekitar luka, luka menjadi melepuh, mempesarnya kelenjar getah bening, demam.

 

  1. Gagal jantung

Gagal jantung atau yang biasa disebut gagal jantung kongestif, merupakan kondisi yang sangat serius di mana otot jantung telah mengalami kerusakan. Meskipun jantung terus berdenyut, namun denyut yang terjadi akan sangat lemah dalam memompa darah yang mengandung oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh. Gagal jantung merupakan komplikasi yang umum dari serangan jantung maupun jenis lain dari penyakit jantung dan penyakit kardiovaskular yang merusak otot jantung seperti hipertensi, gangguan katup jantung, aritmia, serta kardiomiopati. Gagal jantung dapat berakibat pada timbulnya anemia.

Setiap penyakit atau kondisi yang meningkatkan risiko penyakit jantung atau penyakit kardiovaskular pada akhirnya juga dapat meningkatkan risiko gagal jantung. Risiko-risiko lainnya termasuk diabetes, kolesterol tinggi, obesitas, serta perubahan gaya hidup tidak sehat seperti merokok dan mengkonsumsi alkohol.

gagal jantung bayi

gagal jantung bayi

 

  1. Turunnya paru-paru (paru-paru runtuh)

Merupakan suatu kondisi di mana seluruh atau sebagian dari paru-paru runtuh atau terhempas karena ruang antara paru-paru dan rongga dada terisi oleh udara. Hal ini dapat terjadi jika ada cedera pada dinding dada atau jika ada lubang di paru-paru. Kondisi ini dapat mengganggu pasokan oksigen secara normal dari paru-paru ke aliran darah. Kondisi ini dikenal dengan pneumotoraks. Adapun gejala dari gangguan ini antara lain adalah timbulnya rasa sakit pada paru-paru yang parah secara tiba-tiba, kesulitan bernapas, napas memburu, batuk, buruknya penampilan dada pada saat bernapas.

 

Penanganan Dada Sesak

Penyebab dada sesak ini dapat menandakan bahwa terjadi hambatan dalam pengiriman  oksigen ke otak. Hal ini dapat dideteksi dengan cara tes darah untuk untuk menunjukkan tanda-tanda abnormal seperti darah akan menjadi asam.

Pengobatan untuk gangguan ini dapat berupa strategi untuk meningkatkan pengiriman oksigen dalam tubuh. Biasanya, ini dilakukan dengan memberikan bantuan pasokan oksigen. Selain itu, pemantauan sirkulasi darah juga sangat diperlukan. Hal lainnya adalah dengan jalan memberikan cairan tambahan, darah, atau obat-obatan untuk mendukung fungsi jantung dan tekanan darah. Keseimbangan darah harus dijaga, karena jika tekanan darah terlalu tinggi, akan dapat menimbulkan risiko pendarahan di otak.

Gangguan sesak dada yang parah dapat mempengaruhi bagian lain dari tubuh serta otak. Gangguan ini paling sering terjadi pada bayi yang baru lahir dan umumnya hanya kasus yang parah yang akan menyebabkan kematian atau kecacatan jangka panjang.

Instagram Baju Menyusui Azzafran

WAREHOUSE & OFFICES

Jln. Ke Warujayeng No 2 Pojok Lampu Merah Baron
Desa Wates
Kecamatan Baron
Kabupaten Nganjuk , Kode Post 6
Jawa Timur – Indonesia
Telp: (0358) 7702-157
Hp | WA. 081217580490 atau 081234228808
Website : http://www.azzafran.com
Email : Azzafranformommy@gmail.com

Google Map

Pengunjung

Flag Counter
error: Content is protected !!